Anggota Komisi C DPRD Sleman Indra Bangsawan pun terus menggaungkan potensi budidaya joper. Menurutnya, permintaan pasar ayam joper cukup tinggi. Baik untuk restoran maupun konsumsi keluarga. Selain itu, harganya relatif lebih murah dibanding ayam kampung. "Pemeliharaan unggas hasil persilangan ayam kampung jantan dan petelur itu juga dinilai tak sulit. Hanya selama 60 hari sudah bisa panen," ungkap Indra saat mendampingi konstituennya dalam pelatihan pengembangan budidaya ayam joper di Turi, Senin (14/3/2022).
Untuk pengadaan bibit dan pelatihan tersebut, Indra menggandeng tim dari Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman.
Pada pelatihan kali ke dua itu pesera mendapat bantuan seribu bibit ayam joper. "Dulu waktu uji coba hanya 200 bibit. Ternyata hasilnya signifikan. Maka pelatihan terus digenjot, bantuan bibitnya ditambah," ungkap tokoh muda Partai Golkar itu.
Indra berharap, budidaya ayam joper bisa menjadi mata pencaharian baru masyarakat. Terlebih bagi kaum milenial atau bekas karyawan perusahaan yang terkena pemutusan hubungan kerja akibat pandemi Covid-19. "Yang penting asal telaten pasti berhasil. Kesejahteraan pelaku budidaya ayam joper tentu juga bakal meningkat," tuturnya.(yog) Editor : Editor Content