Basoeki mengatakan pembangunan Ponpes Ora Aji merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo. Meski belum sempurna, Basoeki berharap Ponpes Ora Aji ini nantinya dapat memfasilitasi para santri. Harapannya dapat tercipta santri-santri yang berkualitas.
"Ini belum bisa mencukupi kebutuhannya, saya akan laporkan pada presiden. Nanti akan saya tindaklanjuti," jelas Basoeki diitemui usai peresmian asrama Ponpes Ora Aji, Sabtu (15/1).
Sementara itu, pengasuh Ponpes Ora Aji Gus Miftah mengatakan ini merupakan wujud perhatian pemerintah kepada para santri. Dia mengaku pihaknya hanya membutuhkan waktu selama enam bulan untuk menyelesaikan segala kelengkapan asrama.
"Kalau ada yang bilang pemerintah tidak perhatian kepada pesantren dan ulama tentunya ini bisa sangat keliru. Ini adalah bentuk kecintaan presiden terhadap pesantren yang ada di Indonesia" kata Gus Miftah.
Dia menambahkan, kualitas bangunan Ponpes Ora Aji dinilai sangat layak dan memadahi. Ponpes ini dapat menampung setidaknya sebanyak 84 santri yang nantinya akan terus dikembangkan.
"Walaupun tadi disampaikan Pak Menteri belum semuanya, tapi ini sudah membantu bagi kami karena total santri kami ada 500. Termasuk tempat tidur langsung dikasih dari kementerian," ujar Gus Miftah.
Nantinya para santri yang layak dan beprestasi dapat menghuni Pondok Pesantren Ora Aji. Gus Miftah menjamin semuanya tidak dipungut biaya sepeserpun.
"Pondok saya gratis semuanya. Makan, minum, belajar, hidup di sini semuanya gratis. Siapapun yang layak secara ekonomi bisa diterima apalagi berprestasi ya kita terima," kata Gus Miftah. (co1/dwi) Editor : Editor News