Selain itu, juga sedang bernegosiasi dengan manajemen sebuah apartemen di sisi utara ruko untuk pemanfaatan kamar kosong sebagai shelter.
Panewu Ngaglik, Subagya mengatakan di Ngaglik, sudah mempersiapkan shelter di 6 kalurahan, semua kelurahan sedang mempersiapkan. Kita tinggal cek, kekurangannya apa agar shelter siap digunakan secepatnya. Syaratnya, harus ada kamar mandi di dalam.
"Di Sariharjo ada 16, Minomartani ada 6 ruangan, Sinduharjo masih proses, Sardonoharjo masih proses, dan Donoharjo akan memakai bangunan SD,"ujarnya.
Ketua Komisi A DPRD Sleman, Ani Martanti saat peninjauan mengatakan bangunan ruko sudah cukup layak. Kalau dari sisi kelayakan sudah cukup. Tinggal dibersihkan, dicat, dan pintu bisa ditutup.
Lokasi ruko strategis di pinggir jalan raya. Jika ada pasien yang akan bawa ke rumah sakit, ini tempat yang strategis karena di pinggir jalan.
Di ruko sudah ada ruangan, dapur, dan kamar mandi sendiri. Jadi, kalau ada satu keluarga isolasi mandiri tidak masalah.
Namun, perlu ada pengontrol dan penjaga yang siaga karena dekat banyak warung dan toko. "Jangan sampai yang isolasi mandiri jalan-jalan," katanya.
Ani menambahkan saya mendorong Bupati segera membuat SE resmi tentang bagaimana SOP yang benar untuk membuat shelter dan siapa saja yang siap siaga dan sistemnya bagaimana.
Ia pun memberi saran agar skenario yang diterapkan di kegiatan kematian bisa diterapkan di kegiatan pernikahan.
Skenario seperti itu akan bisa untuk menurunkan angka Covid-19 karena kenaikan kasus banyak dipicu oleh kegiatan masyarakat.
"Di pernikahan itu, skenarionya nanti hanya keluarga inti, lalu orang datang masukkan sumbangan langsung pulang.Tak perlu ada kerumunan," tuturnya. (sky)
Editor : Editor News