Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

KPH Purbodiningrat: Sleman Butuh Pemimpin Jujur, Kreatif, dan Solutif

Editor Content • Kamis, 3 Desember 2020 | 13:46 WIB
SIAP MENANG: KPH Purbodiningrat diapit Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa di sela kunjungan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Galeri Batik Jasmine Nologaten, Rabu (2/12).(ISTIMEWA)
SIAP MENANG: KPH Purbodiningrat diapit Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa di sela kunjungan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Galeri Batik Jasmine Nologaten, Rabu (2/12).(ISTIMEWA)
 

RADAR JOGJA - Pemerintahan Kabupaten Sleman mendatang harus mampu memfasilitasi kreativitas masyarakat untuk mengembangkan potensi daerah. Serta memahami kebutuhan masyarakat. Dan mampu memecahkan persoalan masyarakat lewat kebijakan-kebijakan yang ditetapkan.

Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Purbodiningrat mengatakan, pengembangan potensi daerah membutuhkan pemimpin yang jujur, kreatif, dan solutif. “Berbagai potensi sumber daya alam yang dikawinkan dengan kreativitas bisa diwujudkan dalam bentuk kerajinan dan olahan,” ungkapnya saat mengunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT) Galeri Batik Jasmine Nologaten, Rabu (2/12).

Kehadiran menantu Sri Sultan Hamengku Buwono X bersamaan dengan kegiatan calon bupati Sleman Kustini Sri Purnomo di tempat yang sama. Hadir pula calon wakil bupati Sleman Danang Maharsa dan anggota DPR RI My Esti Wijayati. Kanjeng Purbo, sapaan akrabnya, hadir mewakili Gusti Kajeng Ratu (GKR) Hemas yang berhalangan hadir karena padatnya agenda. "Biasanya batik paling banyak dari Bantul dan Kota Jogja. Tapi hari ini saya melihat potensi (batik, Red) bisa berkembang pesat di Sleman. Tentu ini berita baik yang harus didukung penuh oleh pemerintah daerah," ungkap Kanjeng Purbo.

Untuk mendukung potensi dan kreativitas masyarakat, pemerintah mendatang harus mampu memfasilitasi minat dan bakat warganya. Dibutuhkan sosok pemimpin yang betul-betul memahami kebutuhan dan keiinginan masyarakat.

"Tentu saja semua kebijakan bagi masyarakat itu kan tergantung pemimpinnya. Saya yakin Sleman butuh pemimpin yang cerdas, berpengalaman, inovatif, dan kreatif serta solutif," lanjut sosok yang juga menjabat anggota DPRD DIJ Fraksi PDI Perjuangan.

Kanjeng Purbo menegaskan, kriteria pemimpin ideal untuk Kabupaten Sleman mendatang adalah pasangan Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa. "Artinya, di pasangan Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa, kriteria tersebut terpenuhi," tuturnya.

Sementara itu, Kustini Sri Purnomo menyambut baik antusiasme masyarakat Sleman yang masih melakukan kegiatan kewirausahaan, meskipun pandemi Covid-19 belum rampung. Menurutnya, hal itu menandakan warga Sleman adalah masyarakat yang tangguh menghadapi bencana. "Ke depan, upaya pemulihan pandemi Covid-19 untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan sektor-sektor lain menjadi program yang harus segera dilakukan. Agar keberlangsungan UMKM kita tetap terjaga," ucapnya.

Sedangkan Danang Maharsa menyatakan, kehadirannya bersama Kustini Sri Purnomo menyambangi KWT Galeri Batik Jasmine adalah untuk menguatkan kembali program prioritas yang diusung. Salah satunya pengembangan UMKM.

Menurut Danang, jumlah UMKM di Sleman yang telah menyentuh angka 54.671 merupakan bentuk keberhasilan dari pemerintahan sebelumnya. Program itulah yang harus dipertahankan dan dikembangkan. "Kita harus bisa memastikan UMKM yang sudah ada ini, secara kualitas bagaimana caranya agar tidak kalah dengan produk luar negeri,” katanya. “Nantinya, selain fasilitasi, kami akan berikan pendampingan dan pelatihan agar pelaku (UMKM, Red) Sleman mampu bersaing," sambung Danang. (*/mel) Editor : Editor Content
#Danang Maharsa #Kelompok Wanita Tani #Kustini Sri Purnomo #Sleman #KPH Purbodiningrat #Galeri Batik Jasmine Nologaten