Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Embung Senja, Pilot Project Adaptasi Baru Destinasi Wisata DIJ

Administrator • Selasa, 18 Agustus 2020 | 22:07 WIB
WISATA DESA: Wisata desa Embung Senja menjadi pilot project sosialisasi pelatihan, pendampingan standar operasional adaptasi baru destinasi wisata di DIJ. (NANANG FEBRIYANTO/RADAR JOGJA)
WISATA DESA: Wisata desa Embung Senja menjadi pilot project sosialisasi pelatihan, pendampingan standar operasional adaptasi baru destinasi wisata di DIJ. (NANANG FEBRIYANTO/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Wisata desa Embung Senja menjadi pilot project sosialisasi pelatihan, pendampingan standar operasional adaptasi baru destinasi wisata di DIJ. Direktur BUMDES Tirtomas Wahyu Wijaya mengatakan, Embung Senja berada di desa Tirtoadi, Mlati, Sleman. Saat ini menjadi destinasi wisata yang pertama untuk program adaptasi baru destinasi wisata DIJ.

"Pertama di sini selanjutnya nanti Pule Payung, Kulonprogo lalu objek wisata Ngingrong, Gunungkidul," katanya ditemui Senin (17/08).

Wahyu menjelaskan, sebelumnya ada pelatihan program adaptasi baru di wisata yang terdiri dari 22 peserta Pokdarwis Embung Senja selama seminggu. Selama dua bulan terakhir Embung Senja menjadi tujuan wisatawan. Jumlah pengunjung mencapai 18.500 orang.

"Itu diluar sepeda kalau sama sepeda tidak tercatat lagi. Maka, karena akumulasi (jumlah pengunjung) ini kita dipercaya jadi pilot project," katanya.

Terkait standar operasional kesehatan Covid-19 yang diterapkan di Embung Senja menurut Wahyu dimulai sejak pengunjung datang. Pengunjung akan diminta cuci tangan dan dicek suhu dan diperiksa penggunaan masker. "Masuk parkir, cuci tangan, dicek thermogun kalau suhu diatas 37,3 harus masuk tenda karantina, mengisi buku tamu untuk mendeteksi dari mana saja," katanya.

Wahyu mengatakan, dari beberapa standar kesehatan yang ditetapkan memang ada beberapa pengunjung yang tidak menggunakan masker. Pihak pengelola pun sudah menyiapkan masker bagi pengunjung tersebut. "SOP Kesehatan Covid-19 ini agar pariwisata kita segera bangkit dengan protokol Covid-19," katanya.

Lebih lanjut Wahyu mengungkapkan, pada acara penutupan pelatihan Standar Operasional Adaptasi Baru Covid-19 pihaknya menggelar deklamasi komitmen protokol kesehatan Covid-19. Selain itu, untuk memeriahkan acara juga menggelar Festival Kopi Embung Senja di lokasi.

"Tentu semuanya sesuai standar protokol kesehatan Covid-19, kita menerapkan protokol agar pengunjung merasa dilindungi," katanya.

Festival Kopi Embung Senja ini, menurut Wahyu, untuk menyesuaikan pasar, 500 cup kopi dibagi secara gratis kepada pengunjung. "Kami sudah dites selama seminggu, maka kami terapkan," katanya.

Wahyu menjelaskan, lahan Embung Senja seluas 5 Ha ini dinilai pas untuk mengenalkan kopi kepada masyarakat. Terlebih kopi asal Sleman hanya kopi Merapi. "Kopi Senja ini dari berbagai daerah seperti Pati, Malang, Banyuwangi. Kita bagikan gratis," katanya.

Wahyu menambahkan saat ini untuk masuk ke Embung Senja tidak dipungut karcis. Pengunjung hanya membayar parkir kendaraan saja. "Ada mini zoo, taman, dan embung. Masuk gratis hanya bayar parkir motor Rp 5.000 dan mobil Rp 10.000," katanya. (naf/ila) Editor : Administrator
#Wisata Desa #Embung Senja