Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Resmikan Bank Sampah, Warga Sleman Ajak Mengelola Sampah

Administrator • Senin, 3 Juni 2019 | 18:11 WIB
KELOLA SAMPAH: Relawan dari ACT-MRI melakukan bersih-bersih kampung dan peresmian Bank Sampah Josari Asri (BSJA). (NASRUDIN – ACT FOR RADAR JOGJA)
KELOLA SAMPAH: Relawan dari ACT-MRI melakukan bersih-bersih kampung dan peresmian Bank Sampah Josari Asri (BSJA). (NASRUDIN – ACT FOR RADAR JOGJA)
SLEMAN - Menjelang Idul Fitri, masyarakat Kampung Josari, Desa Tridadi, Sleman bersama relawan dari ACT-MRI melakukan bersih-bersih kampung dan peresmian Bank Sampah Josari Asri (BSJA), Minggu (2/6).

Pada kesempatan sebelumnya masyarakat Kampung Josari telah mendapatkan Pelatihan Pengolahan Sampah menjadi Produk Bernilai Ekonomis bersama tim dari Akademi Relawan Indonesia (ARI). Setelah Pelatihan tersebut, pengolahan sampah terus mendapatkan pendampingan secara berkala dari Relawan MRI-ACT Yogyakarta hingga terbentuk Bank Sampah Josari Asri (BSJA).

Kegiatan peresmian Bank Sampah di Kampung Josari hadiri oleh Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Bapak Hariyadi. Masyarakat diberikan bimbingan teknis bagaimana teknik pemilahan dan penimbangan sampah pada Bank Sampah Josari Asri.

Koordinator BSJA Rani menuturkan, tidak hanya warga Josari, semua masyarakat atau komunitas dapat mengikuti program yang tersedia pada Bank Sampah Josari Asri, yaitu program Tabungan Sampah dan Program Sedekah Sampah.

Adanya program Tabungan Sampah, harapannya dapat meningkatkan kesadaran  masyarakat untuk lebih memanfaatkan sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis dengan cara menukarkan sampah di rumahnya setiap sebulan sekali.

”Setelah tiga atau enam bulan, tabungan bisa diambil untuk digunakan keperluan masyarakat. Sedangkan, program sedekah sampah akan dimanfaatkan untuk program sosial, pendidikan, layanan kesehatan dan aksi kemanusiaan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT),” jelasnya.

Data dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan yang berada di Kabupaten Bantul, tercatat jumlah sampah yang masuk sebanyak 600 ton yang berasal dari tiga daerah di DIJ yaitu  Bantul, Sleman, dan Jogja. Dengan adanya Banyak Bank Sampah di DIY dapat mengurangi beban Sampah di TPA Piyungan, sekaligus menjadi pemberdayaan masyarakat di Kampung Kampung Jogjakarta. (*/ila)

  Editor : Administrator
#ACT DIY #MRI #kelola sampah