Merti Dusun Pule di Lereng Merapi Digelar Tujuh Hari, Pembiayaan Swadaya Iuran Warga

Naila Nihayah • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:23 WIB
Warga kompak mengikuti merti dusun di Dusun Pule, Tegalrandu, Srumbung, Jumat (14/8).
Warga kompak mengikuti merti dusun di Dusun Pule, Tegalrandu, Srumbung, Jumat (14/8).

 

 

 

MUNGKID - Tradisi Merti Dusun di Dusun Pule, Tegalrandu, Srumbung digelar dengan sejumlah rangkaian kegiatan selama tujuh hari. Tradisi yang berlangsung pada 9-15 Agustus 2026 itu menjadi momentum warga untuk mensyukuri hasil bumi sekaligus memanjatkan doa keselamatan bagi mereka yang tinggal di lereng Gunung Merapi.

Tahun ini, Merti Dusun Pule dipadukan dengan Khotmil Quran TPQ Nurul Huda. Sehingga tradisi yang diwariskan antargenerasi itu tidak hanya menjadi ruang berkumpul warga, tetapi juga berkaitan dengan kegiatan keagamaan dan pendidikan anak-anak.

Tokoh masyarakat Dusun Pule, Amin Mustofa menuturkan, merti dusun digelar setiap dua tahun sekali. Seluruh rangkaian kegiatan dibiayai secara swadaya melalui iuran warga.

Baca Juga: Ketua DPRD Sleman Y Gustan Ganda Soroti Tantangan Alih Fungsi Lahan dalam Swasembada Pangan

"Iurannya disesuaikan dengan kemampuan warga. Ini swadaya sendiri, berdasarkan kesepakatan bersama," kata Amin, Jumat (14/8).

Amin menjelaskan, merti dusun merupakan bentuk rasa syukur warga atas hasil bumi yang diperoleh selama setahun. Bagi warga yang hidup di kawasan lereng Merapi, hasil pertanian menjadi bagian penting dari kehidupan sehingga tradisi tersebut menjadi kesempatan untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus memohon keselamatan. "Ini wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelimpahan hasil bumi," ujarnya.

Namun, lanjut dia, tahun ini dibarengi dengan anak-anak TPQ Nurul Huda yang telah merampungkan bacaan Alquran. Amin menyebut, perpaduan ini menunjukkan bahwa merti dusun terus berkembang mengikuti kehidupan warga tanpa meninggalkan makna dasarnya.

Baca Juga: Sama seperti Raudi Akmal, Reno Candra Sangaji Persoalkan Hitungan BPKP dalam Gugatan Praperadilan

"Ini juga menjadi sarana untuk menghormati leluhur serta cikal bakal yang dulu membuka pemukiman Dusun Pule," bebernya. 

Sementara itu, warga Dusun Pule, Sumirah menyebut, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus meningkatkan kekompakan. Keterlibatan warga sekaligus menjaga agar tradisi tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi tetap menjadi kegiatan yang dikerjakan bersama.

 "Semoga dua tahun ke depan, kegiatannya semakin meriah. Tahun ini ada pengajian wali santri, pentas wayang kulit, panjat pinang, hingga pengajian akbar," sebutnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
Magelang Srumbung Alquran merti dusun lereng merapi