SLEMAN - Ada yang menarik pada Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026. Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X rencananya akan menembangkan macapat atau membacakan teks secara puitis dalam pembukaan. FKY 2026 sendiri akan berlangsung di Lapangan Pemda Sleman pada 13 hingga 19 September mendatang.
Organizing Committee FKY 2026 Paksi Raras Alit mengungkapkan, pembukaan FKY tahun 2026 ini sengaja dibikin berbeda. Tidak ada lagi pawai seperti tahun-tahun sebelumnya, melainkan diganti seremonial kolosal yang melibatkan 600 penari.
"Besok ada artis nasional dari Sleman yang nembang macapat, dan harapannya Ngarso Dalem (HB X) juga kersa nembang atau setidaknya membacakan teks secara puitis," lontarnya saat berkunjung di Radar Jogja, Senin (10/8) sore.
Baca Juga: Pabrik Kerajinan CV Pandanus Internusa Terbakar Pekan Lalu, 45 Pegawai Dipastikan Tak Di-PHK
Secara durasi, FKY 2026 memang lebih singkat dibanding gelaran awal sejak 1989 silam yang identik berlangsung sebulan penuh. Langkah ini merupakan bagian dari efisiensi. Sekaligus dorongan rebranding yang diusung Dinas Kebudayaan DIJ bersama para seniman senior sejak 2019.
"FKY itu secara historis milik masyarakat dan jadi induk dari semua festival. Kami tidak bersaing dengan festival lain. Kami hanya mencoba memodifikasi program-program yang sudah melekat," ungkap Paksi.
Sejumlah modifikasi besar pun dihadirkan. Pada program pameran seni rupa, misalnya efisiensi anggaran menyiasati ketiadaan galeri fisik. Seluruh instalasi di lokasi acara disulap menjadi ruang pameran terbuka termasuk tenda-tenda booth pasar yang dirancang langsung sebagai karya seni oleh seniman.
Baca Juga: Lewat Program Revola, Pemprov Jateng Mampu Sulap Lahan Tidur Belasan Tahun Jadi Produktif
Pasar seni FKY kali ini juga tidak sekadar menjual makanan klasik, melainkan memboyong seluruh komoditas kebudayaan dari berbagai wilayah di DIJ melalui proses kurasi ketat.
Untuk panggung pertunjukan, lanjut Paksi, FKY 2026 disiapkan sebagai wadah inkubator dan eksperimen para seniman baru. Mengkolaborasikan seniman dari kabupaten/kota, panggung ini bakal menyajikan pertunjukan karya baru yang berbeda setiap malamnya.
Menariknya lagi, FKY 2026 mengusung tema Bahasa dengan tagline Aksara, serta berkomitmen menerapkan konsep zero plastic. Seluruh banner dekorasi dilukis menggunakan tangan dan nantinya akan didaur ulang (recycle) menjadi merchandise resmi.
Baca Juga: Waroeng Spesial Sambal 'SS' Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Rongkop
Sementara, Pemimpin Redaksi Radar Jogja Zaki Mubarok mengapresiasi gelaran FKY 2026 ini. Menurutnya, Radar Jogja siap mengawal kemeriahan FKY 2026 sebagai bentuk komitmen bersama menjaga keistimewaan Jogja.
"Kami sering diajak kolaborasi dengan FKY terkait liputan dan hal lainnya. Prinsipnya Radar Jogja mendukung penuh kesuksesan FKY, sesuai tagline kami untuk tetap menjaga Jogja tetap istimewa," ujarnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo