RADAR JOGJA - Di balik terpeliharanya budaya dan tradisi Keraton Yogyakarta, terdapat peran penting Abdi Dalem yang menjalankan tugasnya dengan ketulusan.
Abdi Dalem adalah seseorang yang mengabdikan hidupnya untuk melestarikan tradisi, budaya, serta bertanggung jawab terkait keraton, seperti mengatur prosesi upacara adat, merawat lingkungan, dan mengelola urusan administrasi.
Bentuk pengabdian ini lebih dari sekadar profesi saja, melainkan sebagai wujud komitmen yang dibangun atas rasa hormat dan cinta yang kuat pada budaya Jawa.
Salah satu fakta unik Abdi Dalem adalah prinsip hidup yang mereka pegang teguh, yakni “laku” yang berarti sabar, menerima dan ikhlas.
Baca Juga: Asrama Berbasis Hotel Siap Sambut Calon Jamaah Haji Kloter Pertama Kulon Progo
Menurut mereka, kedamaian batin dan melakukan kebaikan dianggap lebih berharga dibandingkan harta kekayaan.
Sehubungan dengan hal tersebut, meskipun honor yang diterima hanya sekitar puluhan ribu rupiah saja, mereka tetap melaksanakan tugasnya dengan sepenuh hati.
Para Abdi Dalem menganggap pengabdian tersebut sebagai bentuk ibadah dan kehormatan, bukan untuk mengejar nilai materi.
Namun, di balik penghargaan atas nilai budaya yang mereka lestarikan, muncul sejumlah pandangan masyarakat yang mempertanyakan, masih relevankah pengabdian seperti ini di zaman serba modern?
Banyak pihak yang menganggap bahwa bentuk pengabdian yang dilakukan Abdi Dalem adalah salah satu bentuk dari eksploitasi budaya, karena imbalan yang diterima tidak sesuai dengan tanggung jawab serta waktu yang dikorbankan.
Terlepas dari banyaknya kritik, faktanya banyak anak muda yang tetap memilih menjadi Abdi Dalem dengan rasa bangga demi melestarikan warisan leluhur.
Mereka menilai bahwa budaya dan tradisi akan memudar dan hilang jika tidak ada upaya menjaga dengan sepenuh hati, salah satunya dengan mengabdi.
Situasi ini menunjukkan bahwa nilai budaya dan spiritual tidak selalu dapat dinilai dengan materi atau angka.
Abdi dalem menjadi representasi ketulusan dan penjaga identitas Yogyakarta, sebuah warisan luhur yang layak dihargai dan dijaga keberlangsungannya. (Desfina Citra)