Tahun ini memasuki tahun ke-38, Sri Sultan Hamengku Bawono ke-10 sejak beliau naik takhta.
Tradisi Hajad Dalem Tingalan Jumenengan Dalem berlangsung selama lima hari berturut-turut di beberapa tempat berbeda sesuai dengan rangaian tradisi yang sudah ada.
Dilansir dari media sosial resmi Keraton Yogyakarta, berikut rangkaian tradisi Hajad Dalem Tingalan Jumenengan Dalem tahun 2026.
Ngebluk
Tradisi peringatan kenaikan takhta ini diawali dengan prosesi ngebluk. Sebagai persiapan, seluruh peralatan yang akan digunakan dibersihkan terlebih dahulu.
Bahan-bahan yang dibutuhkan di proses ini disiapkan, terdiri dari tepung beras, gula, tape singkong, dan air.
Ngebluk merupakan upacara membuat jladren (adonan apem) yang dibagi menjadi dua jenis adonan, yaitu apem mustaka (apem besar) dan apem alit (apem kecil).
Proses ini dilakukan oleh Abdi Dalem Kerapak di Kagungan Dalem Bangsal Sekar Kedhaton secara tertutup pukul 08.00 sampai 12.00 yang akan dilaksanakan pada Jumat, 16 Januari 2026.
Ngapem
Jladren (adonan apem) yang sudah mengembang dalam semalam kemudian dimasak menjadi apem.
Ngapem atau proses membuat apem dipimpin oleh GKR Mangkubumi selaku putri sulung Sultan, apem yang dibuat adalah apem alit dan apem mustaka. Dalam pembuatan apem, tidak ada andil dari Abdi Dalem laki-laki.
Ngapem menjadi simbol permohonan maaf atau ampunan kepada Tuhan dan sesama manusia. Proses dilaksanakan sehari setelah Ngebluk pada hari Sabtu, 17 Januari 2026 dan dilaksanakan secara tertutup.
Sugengan Tingalan Jumenengan Dalem
Memasuki puncak rangkaian Hajad Dalem Tingalan Jumenengan Dalem, Sugengan Ageng dilaksanakan bertepatan dengan hari penobatan Sri Sultan berdasarkan kalender Jawa.
Tahun ini jatuh pada hari Minggu, 18 Januari 2026. Hidangan yang sudah disiapkan, termasuk apem mustaka dan apem alit yang sudah dibuat, oleh Abdi Dalem ditata di Emper Kagungan Dalem Bangsal Kencana.
Upacara Sugengan dilaksanakan untuk membagikan hidangan yang sudah dibuat serta menyiapkan ubarampe Labuhan yang akan dilabuh pada Upacara Labuhan.
Labuhan
Upacara labuhan sebagai puncak rangkaian Hajad Dalem Tingalan Jumenengan Dalem tahun ini dilakukukan di empat tempat berbeda.
Ubarampe yang sudah disiapkan akan dibawa ke Pantai Parangkusumo, Lereng Lawu, Gunung Merapi, dan Dlepih.
Dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026 dan Selasa, 20 Januari 2026, Labuhan ini menyimbolkan upaya memelihara keseimbangan alam serta lingkungan hidup.
Proses ini menjadi penutup dalam tradisi memperingati kenaikan takhta Sri Sultan Hamengku Bawono ke-10.
Hanifah Fajri Nurhikmah
Editor : Bahana.