Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Agenda Budaya 2026 Resmi Diluncurkan, Jogja Manggatra 2026: Ngupadi Swadaya, Seniman dan Budayawan Jadi Penggerak Utama

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 11 Desember 2025 | 07:00 WIB
Agenda Budaya 2026 Resmi Diluncurkan, Jogja Manggatra 2026: Ngupadi Swadaya, Seniman dan Budayawan Jadi Penggerak Utama
Agenda Budaya 2026 Resmi Diluncurkan, Jogja Manggatra 2026: Ngupadi Swadaya, Seniman dan Budayawan Jadi Penggerak Utama

 



Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi meluncurkan Agenda Budaya 2026 di Hotel Grand Rohan, Bantul, Rabu (10/12). Tahun ini, agenda budaya mengangkat tema Jogja Manggatra 2026: Ngupadi Swadaya, Meneguhkan Kemandirian dan Keberlanjutan Budaya Yogyakarta.

 

Dalam tema yang diangkat, tersirat spirit bersama untuk menumbuhkan kemandirian dan keberlanjutan untuk pemajuan kebudayaan.

"Peluncuran ini menjadi momentum strategis untuk meneguhkan arah pembangunan kebudayaan Yogyakarta ke depan, sekaligus sebagai ruang refleksi atas capaian pemajuan kebudayaan sepanjang tahun 2025," ujar Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY Dian Lakhsmi Pratiwi saat membuka acara, Rabu (10/12).

Baca Juga: Dirumorkan ke PSIS Semarang, Manajer PSIM Jogja Cari Solusi Terbaik untuk Rafinha

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan capaian kebudayaan pada 2025. Disbud bersama dengan pelaku seni dan budaya di DIY telah menggelar sebanyak 283 event kebudayaan. Sebanyak 283 event budaya sukses digelar tahun 2025. "Total pengunjung mencapai lebih dari 300.000 orang," ucapnya.

Sebanyak 10 ribu pelaku budaya dilibatkan dalam pemyelenggaraan acara. Kemudian 872 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga terlibat dalam berbagai sektor pendukung.

Ia mencontohkan salah satu capaian signifikan di 2025 adalah penyelenggaraan Pasar TBY. Tercatat, perputaran ekonomi hingga Rp5,4 miliar. "Sebanyak 303 kelompok seni menerima berbagai bentuk fasilitasi dukungan dari Dinas Kebudayaan DIY," jelasnya.

Baca Juga: Tingkatkan Ketahanan Pangan, Kalurahan Ngawu Salurkan Pupuk untuk 428 Petani

Kemudian di tingkat nasional, Pemda DIY bersama Museum Sonobudoyo juga meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan konsistensi dalam pemajuan kebudayaan. Selain event publik, sepanjang 2025 juga dilaksanakan berbagai program penguatan berbasis masyarakat.

Mulai pembinaan lima komunitas sejarah,program wajib kunjung museum dengan 10.000 peserta, fasilitasi penghayat kepercayaan, fasilitasi adat dan tradisi sebanyak lima kali, serta bimbingan seni anak sebanyak 24 kali.

"Program-program tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun regenerasi, ketahanan ekosistem budaya, serta kemandirian pelaku budaya sejak usia dini," ucapnya.

Baca Juga: PP Muhammadiyah Instruksikan Infak Jumat Dialihkan untuk Korban Bencana Sumatera selama Tiga Pekan, Begini Pernyataannya..

Memasuki 2026, Disbud DIY juga telah mengkurasi berbagai program. Di antaranya workshop pelestarian cagar budaya dan warisan budaya sebanyak lima kali, fasilitasi pameran dan kuratorial dalam enam event utama dan diintegrasika dalam rangkaian besar Jogja Manggatra 2026.

"Ini menjadi peta jalan pemajuan kebudayaan Yogyakarta yang menautkan pelestarian, kreativitas, penguatan kelembagaan, serta pengembangan ekonomi budaya secara berkelanjutan," ujarnya.

Menurutnya, setiap komunitas seni dan budaya memiliki tantangan dan kebutuhannya masing-masing. Oleh karena itu, kebijakan kebudayaan tidak dapat diseragamkan, melainkan harus bersifat kondisional dan adaptif terhadap realitas di lapangan.

Baca Juga: Libur Nataru, Empat Juta Lebih Wisatawan Diprediksi Penuhi Jogja: Polda DIY Bangun 21 Pos Pantau dan 19 Pos Pengamanan Tambahan

"Tahun ini yang spesial yang me-launching agenda ini bukan pejabat, tapi teman-teman seniman dan budayawan," tandasnya.

Secara seremonial, para pelaku seni melalui pementasan tari seremonial yang menggambarkan adegan Gatotkaca lulus dari tempaan Kawah Candradimuka. Prosesi ini dimaknai sebagai simbol kemandirian lahir dari proses tempaan, bukan dari anugerah.

"Pemerintah hadir bukan untuk mengambil peran utama, melainkan untuk membersamai, memfasilitasi, dan menguatkan proses tumbuh kemandirian pelaku seni dan budaya," jelasnya. 

 

Editor : Heru Pratomo
#Seniman #disbud #workshop #Dian Lakshmi Pratiwi #TBY #museum sonobudoyo #agenda budaya #Budayawan #DIY #jogja manggatra #UMKM #pemda diy