Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Golok Diajukan sebagai WBTb ke UNESCO, Proses Sosialisasi Keliling Dilakukan di Berbagai Daerah

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 22 November 2025 | 02:20 WIB
SIMBOLIS: Festival Mahakarya Pesona Pedang, Parang, Golok 2025 di Pendopo Tamansiswa Jogjakarta, Jumat (21/11/2025).
SIMBOLIS: Festival Mahakarya Pesona Pedang, Parang, Golok 2025 di Pendopo Tamansiswa Jogjakarta, Jumat (21/11/2025).

JOGJA - Senjata tradisional Indonesia yakni golok telah didaftarkan sebagai warisan budaya takbenda (WBTb) ke UNESCO.

Hal tersebut menjadi salah satu isu yang disampaikan dalam acara Festival Mahakarya Pesona Pedang, Parang, Golok 2025 yang digelar di Pendopo Tamansiswa Yogyakarta, Jumat (21/11/2025).

Ketua Panitia Penyelenggara Ki Gatot Susanto mengatakan, acara tersebut dilaksanakan selama tiga hari ke depan.

Beragam kegiatan akan dilaksanakan mulai dari peluncuran buku, pameran dan bursa pusaka, sarasehan dan berbagai pertunjukan dari berbagai daerah di Indonesia.

"Ini adalah perjuangan kami pecinta golok untuk golok road to UNESCO,"ujarnya saat ditemui di lokasi acara.

Upaya tersebut mulai ditempuh pada Mei tahun lalu. Ia mendatangi kantor Unesco di Perancis dalam misi mendaftarkan golok sebagai WBTb. Menyusul keris yang telah resmi ditetapkan lebih dulu.

"Saya juga menyerahkan buku tentang golok, acara ini merupakan bagian dari sosialisasi itu," bebernya.

Baca Juga: Asa Jaga Puncak Klasemen, PSS Sleman Siap Curi Tiga Poin dari Tuan Rmah Deltras FC

Even yang terselenggara dalam bentuk pameran itu, pertama kali digelar di Jawa Barat. Jogja merupakan daerah kedua yang didatangi.

Rencananya, kegiatan tersebut akan mereka bawa keliling di beberapa daerah di Indonesia.

"Mudah-mudahan setelah keris, golok bisa lolos dan ditetapkan WBTb dunia," ucapnya.

Baca Juga: Embung Langensari Tidak Efektif Tangani Banjir, DPUPKP Kota Jogja Bakal Bangun SAH Kapasitas Besar pada 2026: Tujuannya Ini..

Berbagai macam jenis tosan aji dipamerkan dalam acara tersebut. Baik dari Jawa maupun luar Jawa mereka membawa pusaka atau tosan aji dari daerah masing-masing.

Ada yang dijual, beberapa hanya dipajang. Salah satu pusaka yang dipamerkan adalah keris milik Ki Hajar Dewantara.

"Ada 75 stand peserta pameran mulai dari Kalimantan, NTB, Jawa dan sebagainya," jelasnya.

Baca Juga: Jelang Nataru, Dishub Bantul dan Dinkes Bantul Gelar Cek Kesehatan Gratis, Sasar 60 Kru Angkutan Umum di Terminal Palbapang

Dalam kesempatan yang sama, putra Sri Sultan Hamengku Buwono IX yakni GPBH Prabukusumo juga turut diundang menjadi pembicara dalam sarasehan acara tersebut.

Gusti Prabu, sapaan akrabnya, menilai bahwa tosan aji tidak hanya sekadar karya logam.

"Ini adalah karya adiluhung para empu yang menjadi warisan dari mereka kepada kita," ujarnya.

Baca Juga: 3.891 Koperasi Merah Putih di Jateng Telah Beroperasi, 1.257 Lahan Siap Dibangun Gudang

Setiap tosan aji memiliki nilai filosofi yang luhur dan bisa mejadi simbol integritas kepemimpinan yang diwariskan.

Tak hanya keris, golok, parang maupun pedang disebut juga masuk ke dalam tosan aji yang secara historis bernilai tinggi.

"UNESCO telah mengakui keris sebagai WBTb itu merupakan suatu pengakuan dunia terhadap peradaban Nusantara," bebernya. (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#golok #UNESCO #Diajukan #wbtb