Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sigra Mentas dan Sambang Rewang Atasi Kelompok Seni Mati Suri di Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Rabu, 12 November 2025 | 15:25 WIB

 

Penari menampilkan tarian di Kalurahan Ngentakrejo.
Penari menampilkan tarian di Kalurahan Ngentakrejo.
 

 

 

KULON PROGO - Dinas Kebudayaan (Dinbud) Kulon Progo menemukan banyaknya kelompok seni di Bumi Binangun yang mati suri. Untuk menghidupkan kembali, Dinbud Kulon Progo segera menjalankan dua program.

Program pertama, kata Kepala Dinbud Kulon Progo Joko Mursito, bernama Sigra Mentas yang menyasar kelompok seni di kalurahan. Sedangkan, program kedua bernama Sambang Rewang dengan target pelestarian sanggar seni. "Semoga 2026 bisa terealisasi," ucap Joko, Selasa (11/11).

Joko menjelaskan, program Sigra Mentas sengaja menyasar kelompok seni di setiap kalurahan. Lantaran, temuan dinbud menunjukkan banyaknya kelompok seni yang mati suri. Alasannya beragam, mulai dari masalah finansial hingga regenerasi.

Program tersebut nantinya akan lebih berfokus pada kelompok seni di kalurahan dengan status miskin. Tujuannya, untuk memberdayakan masyarakat. Utamanya, pelaku seni yang tergabung dalam kelompok.

Wujud programnya, berupa dukungan pendampingan secara intensif untuk kelompok seni. Sigra mentas diklaim menjadi cara ampuh dalam menghidupkan kembali kelompok seni.

Pasalnya, tak hanya pendampingan, kelompok seni akan diberikan ruang ekspresi tersendiri. "Pendampingan juga melihat potensi kalurahan, bukan hanya dari sudut pandang seni," ungkapnya.

Selain sigra mentas, program sambang rewang jug dipersiapkan. Fokus program ini, terpusat pada sanggar kesenian tua dan hampir punah. Tujuannya, menjaga sanggar tetap beroperasional ssbagai wujud pelestarian seni tradisi.

Dibuatnya program ini bukan tanpa alasan. Beberapa kasus menunjukkan sanggar seni berumur puluhan tahun berhenti beroperasional.

Alhasil, seni tradisi warisan leluhur hilang tanpa jejak. Pihaknya mencontohkan, seni wayang sawah di Kalurahan Giripeni. Seni wayang itu, kini sulit ditemukan. Lantaran, minim pemain dan pelestari. (gas)

Editor : Heru Pratomo
#dinas kebudayaan #Kulon Progo #mati suri #Joko Mursito