RADAR JOGJA – Dalam tradisi Jawa, ajian Sabdo Pandito Ratu dikenal sebagai ilmu kebatinan yang berakar pada kekuatan ucapan seorang pemimpin bijak. Namun di era modern, makna ajian ini melampaui mistisme. Ia menjadi simbol dari kekuatan batin, intuisi, dan pengaruh positif yang bisa dimiliki siapa saja, terutama mereka yang hidup dengan kesadaran tinggi.'
Berdasarkan artikel yang dirilis oleh Jawa Pos, terdapat 11 tanda seorang memiliki bakat dan kekuatan spiritual yang terpendam. Tanda-tanda ini bukan hanya berupa sensasi fisik seperti merinding atau firasat, tetapi juga dorongan untuk memberi dampak positif bagi dunia. Di antaranya adalah kepekaan terhadap energi sekitar, kemampuan membaca suasana, dan rasa terpanggil untuk membantu sesama.
Alih-alih memandangnya sebagai “kesaktian”, pendekatan kontemporer melihat Sabdo Pandito Ratu sebagai jalan hidup penuh kesadaran. Mereka yang memiliki tanda-tanda ini sering kali menjadi tempat curhat, penengah konflik, atau bahkan inspirator di lingkungannya. Kata-kata mereka menenangkan, keputusan mereka bijak, dan kehadiran mereka membawa rasa aman.
Psikolog budaya dari UGM, Dr. Sinta Wulandari, menyebut bahwa kekuatan spiritual seperti ini sering muncul pada individu yang terbiasa merenung, hidup selaras dengan alam, dan memiliki empati tinggi. “Mereka bukan paranormal, tapi pribadi yang mampu membaca kehidupan dengan jernih,” ujarnya.
Salah satu tanda terkuat adalah rasa bahwa hidup memiliki tujuan besar dari sekadar memenuhi kebutuhan pribadi. Orang-orang dengan kecenderungan Sabdo Pandito Ratu merasa terpanggil untuk berkontribusi, baik melalui pendidikan, lingkungan, atau gerakan sosial.
Dalam konteks modern, kekuatan ini bisa diwujudkan lewat kepemimpinan yang beretika, komunikasi yang membangun, atau karya yang menyentuh hati banyak orang. Ajian ini bukan tentang mantra, melainkan tentang integritas dan ketulusan dalam bertindak.
Bagi masyarakat Jawa, ajian ini adalah warisan leluhur yang mengajarkan bahwa ucapan memiliki daya. Maka, mereka yang memiliki bakat spiritual ini diharapkan menjaga tutut kata, karena setiap kalimat bisa menjadi doa, peringatan, bahkan kenyataan.
Penting untuk diingat bahwa kekuatan spiritual bukanlah kesitimewaan eksklusif. Ia bisa tumbuh dalam diri siapa pun yang hidup dengan niat baik, refleksi mendalam, dan komitmen untuk memberi manfaat. Sabdo Pandito Ratu bukan hanya tentang siapa Anda, tapi tentang bagaimana Anda memilih hadir di dunia.
(Hanifah Okta)
Editor : Iwa Ikhwanudin