Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Salaman, Magelang Buat Gunungan Umbi Beri Pesan soal Ketahanan Pangan

Naila Nihayah • Senin, 15 September 2025 | 05:25 WIB

Warga Desa Ngargogondo menggelar Ruwat Rawat Menoreh, Sabtu (13/9).
Warga Desa Ngargogondo menggelar Ruwat Rawat Menoreh, Sabtu (13/9).




MUNGKID – Suasana Desa Ngargoretno, Salaman, riuh pada Sabtu (13/9) sore. Warga berdesakan memperebutkan tujuh gunungan berisi hasil bumi khas perbukitan Menoreh. Ada ketela, jagung, talas, ganyong, waluh, hingga makanan olahan berbasis pangan lokal.

Menariknya, di sela tumpukan sayur dan umbi-umbian itu, panitia juga menyelipkan uang pecahan Rp 2.000, Rp 5.000, hingga Rp 10.000 untuk menambah kemeriahan rebutan. Ritual ini menjadi bagian dari tradisi Ruwat Rawat Menoreh (RRM) ke-5, yang digagas warga untuk merawat bumi sekaligus mengangkat pangan lokal di luar beras.

Baca Juga: Drag Bike di Jalan Soekarno-Hatta Mungkid Jadi Alternatif Cegah Balap Liar, 700 Pembalap Adu Kecepatan

Kepala Desa Ngargoretno Dodik Suseno mengutarakan, RRM ini sekaligus untuk mengajak warga menjaga perbukitan supaya tetap lestari. "Pangan cukup dan bumi tetap hijau," ujar usai kirab gunungan.

Tradisi ini dimulai dengan kirab tujuh gunungan hasil panen ladang warga dari Dusun Sipat dan Karangsari I. Angka tujuh bukan sekadar jumlah, melainkan simbol falsafah Jawa pitu yang bermakna pituduh atau petunjuk menuju kebaikan. Gunungan itu diarak keliling dusun, lalu diperebutkan warga. "Filosofinya agar masyarakat selalu ingat pada arah kebaikan," jelas Dodik.

Baca Juga: Tingkat Konsumsi Ikan di Kota Jogja Naik hingga 38 Persen, Namun Produksinya Hanya Lima Ton per Tahun, Masih Andalkan Luar Wilayah

Ketua panitia, Soim menyebut, tema RRM tahun ini adalah Memetri Wiji Ngrumat Karang Kitri. Tema itu berupa ajakan untuk merawat keanekaragaman hayati Menoreh dan mengangkat pangan lokal yang selama ini menjadi sandaran hidup petani.

Sebab, umbi-umbian dan biji-bijian di Menoreh masih menjadi makanan pokok warga. "Ada singkong, ganyong, waluh, banyak sekali," ujarnya.(aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#pangan lokal #hasil bumi #waluh #salaman magelang #gunungan #Ngargoretno #Ketahana Pangan #makanan olahan #pesan #Ganyong