SLEMAN - Merti Umbul Temanten Lojajar di Wedomartani, Ngemplak, Sleman kembali digelar Minggu (14/9). Upacara adat ini adalah wujud syukur masyarakat kepada Tuhan karena manfaat sumber mata air.
Merti ini dimulai dengan kirab bregada dari Padukuhan Lojajar menuju Umbul Temanten. Kemudian dilanjutkan dengan serah terima sesaji dan air dari empat sumber.
"Itu dari empat sumur tertua di arah mata angin (lima pancer) yang disawijikan dengan mata air Padukuhan Lojajar," kata Dukuh Lojajar Drajad Giri Pawoko di sela-sela acara.
Giri menyebut, merti umbul ini merupakan acara rutin tahunan yang diselenggarakan oleh padukuhannya. Mengingat mata air yang tidak pernah surut dan selama ini berguna menghidupi masyarakat.
Setelah adanya acara adat ini, Drajat berharap supaya masyarakat khususnya generasi muda lebih peduli terhadap sumber mata air. "Kami ingin mata air ini lebih lestari ke depannya," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyebut, merti umbul ini menunjukkan masyarakat yang terus bersyukur kepada Tuhan. Mengingat sumber mata air yang selalu berlimpah. “Juga pelajaran bagi kita semuanya di alam modern ini supaya tetap menjaga alam," jelasnya. (ayu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita