MAGELANG - Pemkot Magelang akhirnya memberikan kepastian mengenai pelaksanaan Magelang Ethno Carnival (MEC) 2025. Gelaran tersebut sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (30/8) dan tertunda akibat adanya aksi demonstrasi di kawasan alun-alun. Nantinya, MEC digelar pada Sabtu (20/9).
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang Sarwo Imam Santoso menuturkan, penetapan tanggal baru itu sudah melalui koordinasi dengan wali Kota Magelang. Serta mempertimbangkan padatnya agenda kota pada September ini.
"Sudah resmi. Kami sudah menghadap Pak Wali dan beliau menyetujui 20 September," jelas Imam di kantornya Senin (8/9).
Meski jadwal berubah, kata Imam, disporapar tetap menargetkan jumlah peserta seperti rencana awal, yakni 35 kelompok. Namun, disporapar membuka peluang hingga 40 peserta dengan tetap melalui proses kurasi.
Waktu pendaftaran dimulai Senin (8/9) hingga Rabu (17/9). Pendaftaran ulang itu dilakukan untuk memastikan kembali jumlah peserta yang berpartisipasi. Sebab, lanjut dia, dimungkinkan ada peserta yang sebelumnya sudah siap, tapi memilih tidak berpartisipasi pada Sabtu (20/9) mendatang.
"Jadi kami beri kesempatan lagi, tapi tetap kami kurasi agar sesuai tema. Peserta wajib menyampaikan konsepnya agar bisa dinilai kelayakannya," lontarnya.
Saat disinggung soal rute karnaval, Imam menyebut, tidak berubah. Parade akan dimulai dari Markas Corps Polisi Militer (CPM) di Jalan A Yani. Melewati kawasan Alun-Alun Kota Magelang dan Jalan Pemuda atau Pecinan. Lalu berakhir di Tugu Adipura atau Simpang Pasar Rejowinangun.
Sebelumnya, MEC 2025 dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus. Namun, agenda tersebut ditunda menyusul adanya demonstrasi di kawasan alun-alun yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan acara. "Sekarang kita berdoa bersama agar kondusif, semoga bisa berjalan lancar," kata Imam.
Dia menegaskan, MEC bukan hanya sekadar pesta budaya. Lebih dari itu, perhelatan ini menjadi sarana untuk mewujudkan visi misi Kota Magelang dalam meningkatkan gaung kota di tingkat regional maupun nasional. Sekaligus meningkatkan kunjungan wisata.
"Selain itu juga memberdayakan masyarakat. Tidak hanya kelompok seni budaya, melainkan juga UMKM lokal," tuturnya.
Dengan penetapan tanggal baru ini, Pemkot Magelang optimistis MEC 2025 akan tetap berlangsung meriah. Imam berharap, partisipasi masyarakat dan wisatawan bisa semakin meningkat sehingga dampak positifnya terasa luas. Baik untuk sektor pariwisata maupun perekonomian warga. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita