Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penutupan ARTJOG Motif: Amalan 2025 Usung Konsep Malam Duka dan Doa Bersama Kebaikan Negeri

Iwan Nurwanto • Senin, 1 September 2025 | 17:45 WIB

 

TUTUP: Suasana penutupan ARTJOG 2025 yang diselenggarakan di JNM pada Minggu (31/8/2025) malam.
TUTUP: Suasana penutupan ARTJOG 2025 yang diselenggarakan di JNM pada Minggu (31/8/2025) malam.
JOGJA - ARTJOG 2025 Motif : Amalan resmi ditutup pada Minggu (31/8/2024). Dalam malam penutupan perhelatan seni rupa yang dilaksanakan di Jogja National Museum (JNM) itu mengusung tema duka sekaligus doa bersama untuk kebaikan negeri.

Penggagas sekaligus Penyelenggara ARTJOG 2025 Heri Pemad mengatakan, acara malam penutupan ARTJOG 2025 dikemas menjadi malam kebersamaan, kepedulian, keprihatinan yang mendalam. Sekaligus malam duka dan doa bersama demi kebaikan negeri.

Dia menyampaikan, tema tersebut diusung karena melihat situasi negara yang sedang berduka. Sehingga diharapkan lewat tema yang diusung dapat menjadi bentuk rasa empati terhadap pihak yang masih berjuang menyuarakan keadilan dan kebaikan untuk bangsa.

Tidak lupa, Heri juga menyampaikan terimakasih kepada pihak yang sudah menyukseskan penyelenggaraan ARTJOG 2025.

Baik itu pendukung, sponsor, kolektor, pecinta seni, budayawan, hingga JNM yang menjadi tempat terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah bekerja melaksanakan ARTJOG, dengan program dan kegiatan yang sangat padat selama hampir tiga bulan ini,” ujar Heri dalam sambutannya.

Sementara itu, Kurator ARTJOG 2025 Hendro Wiyanto menuturkan, trilogi pameran ARTJOG secara berturut-turut mengedepankan judul Motif.

Sebagai bentuk problem kritis di dalam semesta penciptaan dan pembacaan karya.

Diungkapkannya, Motif Amalan pada ARTJOG tahun ini sesungguhnya membayang kebobrokan cara kita mengamalkan politik. Dimana kemerdekaan tidak menjadi tanggung jawab, tapi hanya mewujud sebagai motif-motif kekuasaan.

Hendro menyatakan, melalui pergulatan untuk menghadirkan motif-motif yang baik, indah dan benar para seniman berperan penting untuk memberitahu khalayak.

Baik itu bentuk sosok yang memimpin negeri maupun amanat politik untuk kebaikan hidup bersama.

“Tiap seniman, sesungguhnya hanyalah seorang kurir bagi pesan-pesan kebaikan dalam kehidupan bersama kita,” tandas Hendro. (inu)

Editor : Bahana.
#ARTJOG 2025