KULON PROGO - Sendratari Sugriwa Subali yang kerap ditampilkan di Goa Kiskendo, ternyata bisa diadaptasi di Laguna Pantai Glagah.
Pementasan ini, sangat jarang terjadi.
Mengingat biasanya sendratri digelar di Amphitheater Goa Kiskendo, dengan waktu-waktu tertentu.
Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo Joko Mursito menjelaskan, pementasan sendratari di Laguna Pantai Glagah dilakukan untuk mengangkat budaya sekaligus mendongkrak kunjungan wisata di Bumi Binangun.
Menurutnya, pertunjukan seni dan tari khas Kulon Progo perlu dilestarikan melalui agenda yang dibalut dengan wisata agar tidak punah.
Khususnya menarik masyarakat lokal untuk nguri-uri kabudayan.
Joko menyampaikan, pementasan sendratari di laguna juga digunakan untuk menyambut kedatangan tamu dari mancanegara.
"Kebetulan kami juga kedatangan tamu dari Yordania, dengan latar belakang influencer dan KBRI," ucap Joko, usai pementasan sendratari, Kamis (28/8/2025) malam.
Melalui pementasan, tamu sekaligus wisatawan mancanegara dapat mengenal salah satu budaya khas Kulon Progo.
Hal ini juga berkaitan dengan pengoptimalan potensi wisata di Bumi Binangun.
Mengingat Sendratari Sugriwa Subali merupakan tradisi yang dikemas menjadi wisata di Desa Wisata Jatimulyo.
Harapannya, wisatawan dapat berkunjung lagi setelah melihat pementasan.
Pementasan Sendratari Sugriwa Subali kali ini tergolong unik.
Pementasan dilakukan di atas perairan Laguna Pantai Glagah.
Ditambah panorama alam yang indah tentunya memberikan kesan berbeda.
"Pementasan kali ini memang disesuaikan, karena kami juga mengangkat potensi wisata laguna pantai," ujarnya.
Panggung yang terbuat dari bahan mudah mengapung, dijadikan sebagai alas pementasan.
Dekorasi khas alam berbentuk goa memperkental cerita Sugriwa Subali.
Selain panggung, pemain juga beradaptasi dengan medan perairan laguna.
Pemain yang memiliki latar belakang penari, ikut berenang ke perairan laguna saat penampilan berlangsung.
Di samping itu, beberapa pemain juga menggunakan perahu kano yang sering digunakan wisatawan.
Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan objek wisata di laguna.
Perlu diketahui, Sendratari Sugriwa Subali merupakan pementasan yang diadaptasikan dari cerita rakyat di Kalurahan Jatimulyo.
Goa Kiskendo Jatimulyo, dipercaya warga sebagai tempat bertarungnya Sugriwa Subali dengan raksasa Mahesa Sura dan Lembu Sura.
Selain cerita rakyat yang dipercaya masyarakat, pemain sendratari juga merupakan warga Kalurahan Jatimulyo.
Terdapat 80 penari dan pemain gamelan yang menampilkan pertunjukan sendratari itu.
Menyambut baik pementasan itu, tamu asal Yordania Reem Masadeh mengaku antusias.
Pasalnya, pementasan mrnampilkan unsur budaya dengan kostum menarik.
Sekaligus, penampilan di perairan laguna memberikan kesan santai.
"I find this very interesting. I never seen something like this before, because I'm come from totaly different culture," ucapnya.
Wanita muda ini, mengungkapkan ketertarikannya untuk menonton kembali sendratari di Goa Keskendo.
Lantaran, sendratari menampilkan budaya yang jarang ditrmui.
Hampir mirip dengan Bali, namun secara kultur dan adapatasinya sangat berbeda jauh. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva