MUNGKID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang akan menggelar Parade Gebyar Seni Budaya dalam rangkaian HUT ke-80 RI pada Sabtu (23/8). Karnaval ini diperkirakan melibatkan sekitar 50 kelompok peserta dengan total lebih dari 1.000 orang. Terdiri dari 21 kecamatan, OPD, BUMN, perbankan, dan unsur masyarakat lainnya.
Parade akan menggunakan ruas Jalan Soekarno-Hatta di kawasan kompleks perkantoran Pemkab Magelang. Sehingga pemerintah menyiapkan rekayasa lalu lintas supaya tidak terjadi kepadatan arus. Mengingat jalan tersebut juga menjadi akses menuju MAJT An-Nuur dan Candi Borobudur.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Magelang Mashadi menjelaskan, penutupan dan pengalihan arus dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan. "Karena Jalan Soekarno-Hatta digunakan untuk parade, rekayasa lalu lintas tetap kita lakukan," katanya saat dihubungi, Jumat (22/8).
Rekayasa arus lalu lintas akan mulai diterapkan pukul 07.00. Penutupan dimulai dari Masjid Kubah Emas hingga sepanjang Jalan Soekarno-Hatta. Sebab para peserta direncanakan memulai karnaval dari masjid tersebut.
Kemudian, arus kendaraan dari Borobudur, Muntilan, dan Ngluwar juga diarahkan melalui Blondo untuk memudahkan penataan peserta. Bagi wisatawan, terutama bus dari arah Semarang dan Kota Magelang menuju Borobudur, diarahkan lurus di Blondo menuju Palbapang.
Sementara kendaraan pribadi yang sudah sampai Masjid Kubah Emas akan dibelokkan ke kanan melalui Simpang Sigug. Sedangkan simpang tiga MAJT An-Nuur akan ditutup sementara.
Dia menyebut, sejumlah kantong parkir telah disiapkan untuk penonton. Antara lain di MAJT An-Nuur, Lapangan drh Soepardi, kantor DPUPR, dan disdikbud. Dari arah Blondo, penonton dapat memarkir kendaraan di BPS, Kelurahan Sawitan, dan kantor disperindag.
Dia berharap, masyarakat tidak memarkirkan kendaraannya di bahu jalan. "Karena bahu jalan diprioritaskan untuk peserta dan penonton," jelas Mashadi.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kabupaten Magelang Manteb Sudarsono menyebut, acara seremonial dimulai pukul 08.00. Dilanjutkan karnaval sepanjang 1 kilometer (km) dari Kelurahan Sawitan menuju Lapangan drh Soepardi dengan panggung utama di depan kantor pemda.
Parade budaya ini, kata dia, akan menampilkan beragam kesenian rakyat khas Magelang. Mulai dari tari soreng, kubro siswo, topeng ireng, rampak buto, hingga gedruk. Tiga panggung tambahan juga disiapkan, yakni di depan kantor DPMPTSP, DPUPR, dan pendopo Lapangan drh Soepardi sebagai ruang penampilan peserta.
Dewan juri akan memilih juara 1, 2, 3 serta juara harapan dari 21 kecamatan. Sementara bupati Magelang akan menetapkan penampilan favorit. "Urutan parade dimulai dari peserta kecamatan, baru diikuti kelompok lainnya," ujar Manteb.
Sebagai penutup rangkaian HUT ke-80 RI, Pemkab Magelang juga menyiapkan pagelaran wayang kulit di Pendopo Lapangan drh Soepardi pada 30 Agustus 2025. (aya)
Editor : Heru Pratomo