Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Persiapan Dua Bulan untuk Menari dalam Indonesiaan Street Performance di Malioboro

Iwan Nurwanto • Kamis, 7 Agustus 2025 | 04:12 WIB
Indonesiaan Street Performance di Malioboro
Indonesiaan Street Performance di Malioboro


JOGJA – Peserta Indonesiaan Street Performance (ISP) dari Kabupaten administrasi Kepulauan Seribu, Daerah Khusus Jakarta mengaku melakukan persiapan dua bulan. Mereka menyiapkan kostum hingga koreo khusus karena akan tampil di ikon Jogjakarta, kawasan Malioboro.

 

Kepala Seksi Pembinaan dan Pemanfaatan Suku Dinas Kebudayaan Kepulauan Seribu Triyadi Purnomo menyatakan, daerahnya menampilkan busana khas Betawi. “Yakni baju sadariah untuk penari laki-laki. Serta encim untuk penari perempuan,” ungkapnya ditemui di Jalan Malioboro pada Rabu (6/8) malam.

 Baca Juga: Dinkop-UKM Siapkan Ruang Dialog antara Pengusaha Kafe dan Lembaga Pengelola Royalti

Sementara untuk tarian yang ditampilkan bernama tari Pulang Babang dan tari Nelayan. Triyadi membeberkan, persiapan untuk tampil di Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 dilakukan selama dua bulan. Mulai dari latihan hingga memilih sanggar.


Dia pun merasa bangga bisa tampil dalam kegiatan JKPI 2025 bersama dengan daerah lainnya. Dikarenakan lewat kegiatan tersebut Kepulauan Seribu bisa ikut mempromosikan berbagai potensi budaya yang ada.

Indonesiaan Street Performance di Malioboro
Indonesiaan Street Performance di Malioboro

 

“Untuk kegiatan ini kami menampilkan tari yang terbaik” katanya.

ISP kali ini memang mengangkat tema Nusantara Menari. Pawai budaya dari 75 daerah peserta JKPI 2025. Para penampil melakukan pawai dengan rute Kantor DPRD DIJ hingga Titik Nol Kilometer. Kemudian di garis finish mereka menari di depan kepala-kepala daerah.


Antusias peserta untuk mengikuti ISP JKPI 2025 sangat tampak. Para penari dari berbagai daerah mempersiapkan koreografi dan  kostumnya sejak sore hari sebelum kegiatan. Selain Kepulauan Seribu, Kota Kediri, Jawa Timur juga membawa 50 orang penari untuk tampil di JKPI 2025.

 

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga Kota Kediri Agus Arifin mengatakan, penari dari daerah berjulukan Kota Tahu itu menggunakan busana tenun Ikat Bandar Kidul. Dipilihnya salah satu kain tradisional itu karena merupakan salah warisan budaya takbenda (WBTB) dari Kediri.

“Lewat penampilan ini kami ingin mempromosikan seni budaya lokal Kota Kediri, biar masyarakat Jogja tahu kalau Kediri punya kebudayaan yang  terdaftar JKPI,” ujar Arifin. (inu/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#kediri #menari #Kota Jogja #jaringan kota pusaka indonesia #kepulauan seribu #Nusantara #ISP #Daerah Khusus Jakarta #Malioboro