JOGJA - Even tahunan Festival Gya Dolan Sesarengan kembali digelar di Museum Wahanarata, Jogja, 26-27 Juli. Ada perbedaan dalam penyelenggaraan festival dolanan bocah tahun ini. Anak-anak penyandang disabilitas dilibatkan sebagai pengisi panggung pertunjukan maupun sebagai peserta.
"Gya dolan ini bagian dari salah satu komitmen Keraton Jogja untuk bagaimana bulan Juli menjadi bulan edukasi dan juga meningkatkan minat budaya untuk anak-anak," ujar Penghageng KHP Nitya Budaya Keraton Jogja GKR Bendara saat ditemui di Museum Wahanarata, Minggu (27/7).
Penyelenggaraan even itu bertepatan dengan bulan Hari Anak Sedunia. Acara itu sekaligus untuk memperingati hari anak ala Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Terdapat beberapa acara yang bisa diikuti anak-anak seperti workshop, tari-tarian dan bioskop anak.
Alat-alat permainan tradisional seperti egrang, theklek, gangsingan dan sebagainya disiapkan gratis oleh panitia. "Seperti di (dalam) keraton, ada pentas tari dan gamelan yang memainkan anak-anak. Di sini lebih kepada wahana bermain tradisional dan lain sebagainya," ucap putri bungsu Raja Keraton Jogja Sultan Hamengku Bawono Ka 10 itu.
Sejalan dengan mayoritas pengunjung Museum Wahanarata, even ini menargetkan anak-anak agar lebih banyak kunjungan di sana. Hal itu bertujuan untuk memastikan generasi penerus mengenal budaya dan juga mencintai budaya. Di sekitar acara juga banyak didapati stan UMKM yang produk makanannya pun juga telah dikurasi agar masuk kategori ramah anak.
"Kami tahun ini juga menggandeng teman-teman SLB. Jadi kami bisa meningkatkan awareness dan juga meningkatkan kreativitasnya teman-teman SLB," terangnya.
Menurut laporan yang ia terima, rata-rata kunjungan Museum Wahanarata dalam setahun mencapai 300 ribuan. Museum berisi koleksi-koleksi kereta pusaka Keraton Jogja mulai era HB I hingga saat ini. Terdapat beberapa kereta yang masuk kategori master piece di museum tersebut.
"Jadi ada Kanjeng Kyai Garuda Yeksa yang dipakai untuk penobatan raja. Lalu, Kanjeng Nyai Jimat adalah kereta tertua di keraton dari era HB I," jelasnya.
Wakil Kepala Museum Wahanarata RM Pradiptya Abikusno atau KRT Condrokusumo menambahkan, antusias masyarakat mengikuti even ini cukup tinggi. Di lihat dari jumlah kunjungan pada penyelengaraan dari hari pertama mencapai 700-800 orang.
Pada hari terakhir hingga siang sudah ada 500 kunjungan, dan dipastikan bertambah hingga acara selesai. "Kami targetkan dua hari ada 2.000 kunjungan," ujarnya.
Menurutnya, spesial penyelenggaraan tahun ini adanya kesempatan anak-anak berkebutuhan khusus untuk berkreasi melalui lomba mewarnai. SLB di Kota Jogja diundang untuk turut hadir di even ini. Ada SLB Negeri 2 Jogja, SLB Negeri 2 Bantul, dan sebagainya.
"Didawuh Gusti Bendara agar menyampaikan pesan bahwa Museum Wahanarata ramah anak," bebernya. (oso/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita