Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tampil Spesial di Prambanan Jazz, Pamungkas Bawakan String and Brass Section

Delima Purnamasari • Senin, 7 Juli 2025 | 00:03 WIB

 

Pamungkas saat diwawancarai oleh awak media
Pamungkas saat diwawancarai oleh awak media
SLEMAN - Pamungkas menutup Prambanan Jazz Festival (PJF) di QLola Stage hari kedua pada Sabtu (5/7).

Penampilan penyanyi lagu I Love You But I’m Letting Go ini terasa spesial lantaran membawakan string and brass section.

Pamungkas bercerita pertunjukan kali ini berkolaborasi dengan Puput Pramuditya.

Kebersamaan keduanya sendiri pernah dilakukan untuk konser sebelumnya, yakni Pamungkas: A Day in Yogyakarta pada 2022.

"Persiapan sekitar dua bulan lalu. Mas Puput bikin aransemen dan sering ngirim file. Lalu aku revisi. Jadi bolak-balik," katanya saat diwawancarai awak media, Sabtu (5/7) malam.

Persiapan tersebut utamanya dilakukan untuk lagu-lagu baru. Sementara lagu lainnya akan menggunakan aransemen yang mirip saat kolaborasi keduanya.

Pamungkas sendiri menyiapkan 12 lagu untuk penampilannya. Namun, lantaran durasi terbatas 50 menit sehingga perlu ada lagu yang dipotong.

Penyanyi dengan nama lengkap Rizki Rahmahadian Pamungkas ini menilai, PJF adalah konser yang besar.

Terlebih, diselenggarakan di Yogyakarta sebagai kota para seniman. Penontonnya bukan hanya penikmat musik, tapi para seniman itu sendiri.

Di sisi lain, Prambanan adalah tempat yang sakral. Sehingga, kedua faktor ini dia anggap sebagai kolaborasi yang membawa energi baik.

"Kami yang di atas panggung dengan yang di bawah saling kolaborasi jadi spesial," tambahnya.

Disinggung soal peluncuran album baru, laki-laki kelahiran 14 April 1993 ini mengaku belum memiliki rencana untuk tahun ini.

Dia mengaku masih sibuk menjadi produser untuk dua seniman di Jakarta.

"Kalau kegelisahan banyak, setiap seniman pasti gelisah," katanya.

Mas Pam juga menyebut saat ini masih mencoba beradaptasi dengan dunia musik di era digital yang serba cepat.

Album yang dibuat umumnya berdurasi panjang, tetapi di era digital semua bisa langsung diganti dalam hitungan detik.

"Menurutku membuat musik jadi harus cepet. Jadi sebagai seniman aku sedang belajar adaptasi dengan market yang sekarang," tambahnya.

Untuk itu, dia turut menyampaikan rasa terima kasih bagi mereka yang sudah datang ke PJF.

Upaya membeli tiket dan datang meluangkan waktu dia nilai sebagai upaya untuk mendukung musik Indonesia.

"Enggak ada yang lebih menyenangkan daripada bertukar energi secara langsung. Senang bisa di sini," tandasnya (del)

Editor : Bahana.
#Prambanan jazz #pamungkas