Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tampilkan Ragam Karya Lukis hingga Animasi, FSRD ISI Jogja Perkuat Koneksi Seni Lintas Negara

Fahmi Fahriza • Rabu, 2 Juli 2025 | 15:05 WIB

 

 

DARI 13 NEGARA: Para pengunjung mendatangi pameran YICAF di ISI Jogjakarta, kemarin  (1/7). Pameran sejak 21 Juni lalu hingga 31 Agustus 2025.
DARI 13 NEGARA: Para pengunjung mendatangi pameran YICAF di ISI Jogjakarta, kemarin  (1/7). Pameran sejak 21 Juni lalu hingga 31 Agustus 2025.

BANTUL - Jejaring seni internasional kembali ditegaskan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta lewat penyelenggaraan Yogyakarta International Creative Arts Festival (YICAF) ke-3. Acara ini berlangsung sejak 21 Juni lalu hingga 31 Agustus 2025.

Dekan FSRD ISI Jogjakarta M. Sholahuddin menuturkan, pameran seni rupa ini menampilkan karya seniman dari 13 negara, termasuk Indonesia. YICAF mengusung tema Art Platform as International Art Connectivity.

"Tema itu dipilih sebagai refleksi atas komitmen ISI Jogjakarta dalam membangun koneksi global dan mewujudkan institusi seni yang bertaraf dunia," katanya kemarin (1/7).

Sholahuddin menyatakan, platform seni seperti YICAF menjadi bagian penting dari strategi institusi untuk merawat jejaring global.  "Salah satu kunci dari world class university adalah kemampuan membangun dan menjaga koneksi lintas institusi," ujarnya.

Ia juga menambahkan, melalui YICAF #3, FSRD ISI Jogja berharap dapat terus memperluas jaringan dan membuka peluang kolaborasi lintas negara. Sembari menunjukkan bagaimana institusi seni di Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi dalam lanskap seni internasional.

Namun di balik misi besarnya, penyelenggaraan YICAF tidak lepas dari tantangan, terutama dalam aspek teknis ruang dan distribusi karya. Menurut kurator YICAF sekaligus dosen FSRD ISI Jogjakarta Dr Suwarno Wisetrotomo, adanya keterbatasan dari ruang pamer menjadi kendala tersendiri.

"Banyak ruang dalam kampus yang tidak didesain untuk kebutuhan pameran seni. Perlu penanganan teknis agar layak menampilkan karya," jelas Suwarno.

Yang tidak kalah kompleks, lanjutnya, adalah tantangan dari proses pengiriman karya internasional, terutama untuk karya tiga dimensi, yang membutuhkan biaya dan waktu besar.  "Karena itu kami mengoptimalkan teknologi digital untuk memfasilitasi partisipasi dari mitra luar negeri," bebernya.

YICAF #3 menampilkan berbagai karya seni dari mahasiswa, dosen, dan alumni ISI Jogja. Karya-karya ini meliputi lukisan, patung, desain komunikasi visual, fotografi, animasi, hingga kriya seperti logam, batik, kayu, perhiasan, dan fesyen. Karya-karya dipajang di seluruh ruang jurusan di lingkungan kampus FSRD.

Salah seorang mahasiswa Desain Interior FSRD ISI Jogjakarta Nur Salma mengungkapkan, ajang seperti YICAF memberi ruang penting bagi mahasiswa untuk belajar langsung bagaimana seni menjadi bahasa universal.

"Kami bisa melihat langsung bagaimana seniman dari berbagai negara mengekspresikan gagasan mereka, itu bagus dan menarik sekali," ulasnya.

Secara garis besar, Salma mengaku dengan adanya pameran yang melibatkan berbagai pameris dari banyak negara, sangat bermanfaat dan memperkaya perspektifnya sebagai mahasiswa. "Ini memperluas perspektif kami, bukan hanya sebagai seniman, tapi juga bagian dari komunitas global," ungkapnya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Institusi Seni Indonesia #YICAF #Fakultas Seni Rupa dan Desain #ISI #Institut Seni Indonesia #Yogyakarta International Creative Arts Festival #FSRD #ISI Jogja #Pameran #Jogjakarta #Institut Seni Indonesia (ISI)