Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hidupkan Budaya, Gerakkan Generasi Muda lewat Gerebek Besar Cacaban di Kota Magelang

Naila Nihayah • Rabu, 25 Juni 2025 | 10:30 WIB

 

Warga Cacaban menggelar kegiatan bertajuk Gerebek Besar, Senin (24/6).
Warga Cacaban menggelar kegiatan bertajuk Gerebek Besar, Senin (24/6).

 

MAGELANG – Kelurahan Cacaban menegaskan eksistensinya sebagai penjaga budaya lokal melalui kegiatan bermama Gerebek Besar. Tradisi tahunan ini tak hanya dirayakan meriah, tapi juga penuh makna spiritual.

 

Kegiatan tersebut diawali dengan tahlilan dan nyadran di Makam Kyai Tuk Songo. Lalu, puncak perayaannya digelar pada Senin (23/6) dengan prosesi arak-arakan gunungan.

 

Ketua panitia Gerebek Besar AY Qursias mengatakan, rangkaian tersebut bukan sekadar acara seremonial. Tetapi juga sarana pelestarian nilai luhur warisan leluhur.

 Baca Juga: Puluhan Ribu Peserta Jaminan Kesehatan Dinonaktifkan, Dinsos DIY Minta Pemkab dan Pemkot Segera Perbarui Data

Dia juga menekankan pentingnya 'nguri-uri' budaya yang kaya akan pitutur dan pendidikan akhlak. "Harapan kami, Gerebek Besar tak hanya lestari, tetapi juga menjadi destinasi budaya unggulan Kelurahan Cacaban," ujarnya.

 

Prosesi gunungan dalam Gerebek Besar, kata dia, menjadi lambang syukur atas berkah yang diterima serta harapan akan masa depan yang lebih baik. Disusun dari hasil bumi dan aneka pangan, gunungan kemudian diperebutkan warga sebagai bentuk doa dan berkah bersama.

 

Dengan semangat kebersamaan dan pelibatan lintas generasi, Gerebek Besar di Kelurahan Cacaban menjadi bukti bahwa tradisi bukan sekadar perayaan masa lalu. Melainkan juga fondasi untuk membangun masa depan yang lebih berakar dan berwarna.

 Baca Juga: Kejaksaan Negeri Sleman Limpahkan Dua Tersangka Suap TKD Trihanggo ke Pengadilan Negeri Yogyakarta

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengapresiasi keterlibatan aktif anak-anak dan remaja dalam seluruh prosesi Grebeg Besar. Menurutnya, partisipasi generasi muda adalah sinyal positif bahwa budaya lokal masih memiliki akar yang kuat.

 

Keterlibatan mereka, lanjut Damar, menjadi penanda bahwa budaya Gerebek Besar akan terus hidup dan mengakar. "Ini bukan hanya milik Cacaban, tetapi bagian dari jati diri Kota Magelang," tuturnya.

 

Dia menilai, Gerebek Besar bukan hanya tentang merawat masa lalu, tetapi juga tentang membangun masa depan yang berbasis pada kebersamaan, identitas budaya, dan kolaborasi warga.

 Baca Juga: Banyaknya Saksi Jadi Alasan Belum Ditetapkannya Tersangka dari Kasus Dana Hibah Pariwisata, Kajari Sleman Pastikan Tidak Akan SP3

Menurutnya, tradisi ini merupakan ruang pemersatu. "Sebuah wadah bagi ide-ide kreatif dan gotong royong masyarakat, terutama dalam mengangkat potensi lokal agar lebih dikenal luas," lanjutnya.

 

Lebih dari sekadar perayaan, Damar juga melihat Gerebek Besar sebagai medium untuk menanamkan pendidikan karakter sejak usia dini.

Dia pun menyampaikan rencana untuk mengintegrasikan muatan lokal berbasis budaya dalam kurikulum pendidikan Kota Magelang, mulai dari PAUD hingga SMP.

 

Budaya seperti ini, kata dia, menjadi kekuatan karakter. "Kita akan masukkan nilai-nilai seperti sopan santun, menghormati orang tua, dan mencintai budaya sendiri dalam pendidikan formal," pungkasnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#gerebek #Magelang #Cacaban