MUNGKID - Warga Dusun Dawung, Banjarnegoro, Mertoyudan tampak saling melempar air dengan riang. Tradisi bernama Bajong Banyu ini rutin diselenggarakan saban tahun menjelang Ramadan. Selain melakukan perang air, warga juga melakukan penghijauan dengan menanam pohon di Sendang Kedawung.
Tradisi bajong banyu itu kerap disebut sebagai padusan. Hanya saja, warga Dusun Dawung mengemasnya dengan menarik sehingga berbeda dengan lainnya. Tradisi ini mengandung makna membersihkan diri sebelum menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.
Koordinator kegiatan Tri Setyo Nugroho mengutarakan, rangkaian bajong banyu ini diawali dengan pentas kesenian. Setelah itu, sejumlah warga dan perangkat desa setempat mengambil air di Sendang Kedawung disertai kirab. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, debit air di Sendang Kedawung saat ini sedikit surut. Kondisi itu membuat warga menanam bibit pohon. "Konsep tahun ini, kami memberi dan menerima. Selain menerima air, kami memberi pada alam dengan melakukan penghijauan," terangnya, Minggu (23/2).
Dia menyebut, total bibit yang ditanam sebanyak 11 pohon. Adapun bibit pohon yang ditanam adalah pule karena diyakini sebagai tanaman obat dan kerajinan. Selain bibit pule, warga juga menebarkan dan menyemai ratusan bibit pohon kedawung.
Gepeng, sapaan akrabnya menuturkan, air dari sendang tersebut lantas dibawa dengan beberapa kendi menuju lokasi prosesi bajong banyu. Kemudian, air tersebut dituang ke dalam sebuah gentong. Air itu selanjutnya digunakan untuk membasuh wajah satu persatu warga oleh sesepuh dusun. Setelah selesai, warga akan saling melempar air yang sudah disiapkan di dalam kantong plastik. Warga pun nampak antusias saling melempar air.
Bajong banyu ini, kata dia, sudah ada sejak 12 tahun yang lalu. Namun, tahun ini merupakan tahun ke-11 karena dua tahun sempat terhenti akibat pandemi. "Kalau padusan itu sudah lama. Tapi, kami mengemasnya dengan bajong banyu dengan perang air, bersenang-senang," sebutnya.
Gepeng menambahkan, warga dusunnya juga berupaya untuk mengembangkan tradisi tersebut. Termasuk menambahkan unsur kesenian di dalamnya. Dengan begitu, tradisi itu dapat menjadi destinasi wisata bagi warga di sekitar Dusun Dawung.
Kepala Desa Banjarnegoro Mohamad Mustokhi menambahkan, bajong banyu menjadi satu agenda tahunan yang sudah masuk dalam kalender event di Kabupaten Magelang. "Bajong banyu ini merupakan kegiatan untuk menghadapi bulan Ramadan, harapannya selalu diadakan setiap tahun," ujarnya. (aya/pra)