RADAR JOGJA – Alun-Alun Kidul Yogyakarta bukan hanya sekadar tempat wisata ikonik, tetapi juga menyimpan tradisi penuh makna yang diwariskan turun-temurun.
Salah satunya adalah masangin, tradisi berjalan melewati dua pohon beringin kembar di tengah alun-alun dengan mata tertutup.
Meski terlihat sederhana, tradisi ini diyakini memiliki nilai spiritual dan budaya yang dalam.
Tradisi masangin memiliki akar dari ritual kuno topo bisu yang dilakukan pada malam Tahun Baru Jawa atau Malam Satu Suro.
Pada masa lalu, ritual ini dilakukan oleh para prajurit dan abdi dalem Keraton Yogyakarta yang berdiam diri seribu bahasa sambil mengelilingi Keraton.
Ritual tersebut bertujuan untuk menyucikan diri dan memohon perlindungan kepada Tuhan.
Makna Filosofis Pohon Beringin
Pohon beringin kembar di Alun-Alun Kidul bukan sekadar pohon biasa.
Pohon ini ditanam oleh Sultan pertama Yogyakarta sebagai simbol kekuatan, kesuburan, dan perlindungan.
Pohon beringin dianggap sebagai penjaga pusat pemerintahan sekaligus tempat bersemayamnya roh-roh leluhur.
Dari waktu ke waktu, tradisi ini berkembang dan menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat.
Salah satu mitos paling populer adalah kepercayaan bahwa siapa pun yang berhasil melewati kedua pohon beringin kembar dengan mata tertutup akan mendapatkan keberuntungan dan terkabul segala keinginannya.
Rahasia dan Misteri di Balik Tradisi Masangin
Di balik kesederhanaan tradisi masangin, terdapat beragam cerita mistis dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat, antara lain:
1. Portal ke Dunia Gaib
Ada yang percaya bahwa pohon beringin kembar merupakan portal menuju dunia gaib.
Mereka yang berhasil melewatinya dianggap telah membuka portal sejenak dan “terhubung” dengan alam lain.
2. Ujian Spiritual
Tradisi ini dipercaya sebagai ujian konsentrasi dan ketenangan batin. Mereka yang berhasil melewati pohon dengan mata tertutup menunjukkan bahwa pikirannya bersih dan hatinya teguh.
3. Kutukan dan Berkah
Pohon beringin dianggap membawa kutukan bagi mereka yang tidak menghormati tradisi atau memiliki niat buruk.
Sebaliknya, mereka yang tulus akan mendapatkan berkah.
4. Penjaga Pohon Gaib
Beberapa cerita menyebut bahwa pohon beringin dijaga oleh makhluk gaib yang menguji niat dan keberanian siapa pun yang melewatinya.
Tradisi Masangin, Warisan Budaya yang Hidup
Bagi warga Yogyakarta, masangin bukan sekadar atraksi wisata, melainkan warisan leluhur yang sarat dengan makna spiritual dan filosofi.
Tradisi ini juga menjadi simbol kekayaan budaya yang patut dilestarikan.
Selain menarik wisatawan, tradisi masangin mengajarkan pentingnya ketulusan hati, ketenangan pikiran, dan penghormatan terhadap warisan budaya.
Dengan mempelajari sejarah dan makna tradisi ini, kita tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga turut menjaga kekayaan budaya bangsa. (Reinerd Adventhree K)
Editor : Winda Atika Ira Puspita