JOGJA - Predikat Kota Jogja sebagai kota budaya bukan isapan jempol. Berbagai atraksi kebudayaan, baik yang klasik maupun kontemporer masih lestari.
Hal itu diperkuat saat Pemerintah Kota Jogja meraih penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2024 dari Kementerian Kebudayaan kategori terbaik atau emas pada Rabu (18/12) malam di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki.
AKI merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras pemerintah daerah dalam upaya pemajuan kebudayaan, melalui kebijakan dan program secara berkesinambungan.
Beberapa hal yang membawa Pemkot Jogja menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia adalah adanya produk hukum terkait kebudayaan, Rintisan Kelurahan Budaya, terdapat 26 warisan budaya tak benda (WBTB), hingga kehadiran berbagai inovasi dan program kebudayaan seperti Jogja Cross Culture, Kampung Menari, Kotabaru Heritage Film Festival dan Festival Jogja Kota.
Ditemui usai pemberian penghargaan, Penjabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto menyatakan, kebudayaan merupakan marwah dari pembangunan di Kota Jogja. Dalam pelaksanaannya masyarakat dan pemerintah bersama-sama melakukan penguatan ekosistem budaya melalui pelestarian dan pengembangan berkelanjutan.
“Sebagai kota budaya, pendidikan, pariwisata dan perjuangan, tentu penghargaan ini menjadi motivasi untuk semua agar terus menjaga komitmen dan konsistensi dalam melestarikan kebudayaan Jogja," terangnya.
Pengembangan kebudayaan berkelanjutan, lanjut dia, tidak hanya mencakup pada aspek pelestarian saja. Tapi diniatkan juga supaya setiap kebijakan dan program kebudayaan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan, integrasi kebijakan kebudayaan ke dalam pembangunan berkelanjutan, menjadi wujud nyata terhadap perlindungan dan pelestarian kebudayaan. "Penghargaan ini sebagai awal perjalanan panjang untuk terus memajukan kebudayaan daerah, mengembangkan nilai-nilai luhur, memperkaya keberagaman budaya, dan memperteguh jati diri bangsa,” ujarnya.
Kementerian Kebudayaan berpesan bagi pemerintahan daerah yang menerima anugerah kebudayaan, agar dapat menjadi teladan dan inspirasi daerah lain di seluruh Indonesia. Berkomitmen untuk terus mendorong adanya aktivasi ruang publik dan kebudayaan sebagai wadah ekspresi masyarakat.
Editor : Heru Pratomo