KULON PROGO - Sekolah Film Kulon Progo Angkatan ke-6 2024 berhasil menampilkan empat film pendek, Kamis (5/12) malam. Bertempat di Auditorium Taman Budaya Kulon Progo pemutaran film berhasil membius penonton. Bahkan kualitas film yang ditayangkan diklaim lebih baik dibanding sinetron.
"Secara kualitas memang belum sampai film layar lebar, tetapi sudah mengungguli kualitas sinetron," ucap Pengajar Sekolah Film Kulon Progo Senoaji Julius, saat ditemui Radar Jogja, Jumat (6/12).
Senoaji yang merupakan sutradara yang telah mengawaki film layar lebar mengakui kualitas film pendek dari Sekolah film Kulon Progo. Dalam sekolah film angkatan ke-6, mengeluarkan empat film dengan genre yang cukup digemari penonton.
Di antaranya Film Helai Doa yang menceritakan kerukunan beragama di Kawasan Boro Kalibawang. Dikemas dengan balutan kisah cinta dan romantisme anak muda menjadikan film pendek ini dapat diterima penonton.
Ada juga film berjudul Resep Hati, yang mengangkat unsur kuliner khas Kulon Progo. Terdapat juga genre misteri yang dituangkan di film berjudul Muliha. Genre komedi juga dituangkan di Film KKN di Desa Petani. Keempat film merupakan hasil karya dari pemuda-pemudi Kulon Progo. "Tentunya sekolah film tidak langsung tiba-tiba jadi filmnya, ada proses pembelajaran," tuturnya.
Seno menyampaikan, di sekolah film ada 40 peserta yang mengikuti. Setiap peserta akan mendapatkan pembelajaran tentang pembuatan film dari awal hingga akhir. Dan sebagai salah satu tugas akhirnya, peserta diminta membuat film sesuai dengan tema yang ditentukan. Lantaran, sekolah film dibiayai oleh Dinas Kebudayaan Kulon Progo yang memperoleh dukungan Dana Keistimewaan.
Namun, di tahun ini tema ditiadakan untuk mengeksplorasi ide dan gagasan anak muda Kulon Progo. Tujuannya, tema yang tak terbatas merubah pola pikir anak muda untuk terus mengeksplor Bumi Binangu. Alhasil, pada beberapa footage film muncul berbagai tempat baru yang terekspos di dalam tayangan.
Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo Eka Pranyata membenarkan dukungan pihaknya untuk sekolah film. Sekolah film telah banyak menyalurkan bibit bibit unggul dalam dunia perfilman di Indonesia. "Sudah banyak alumni yang berhasil menembus industri perfilman," ujarnya.
Eka menyampaikan, sekolah film merupakan agenda rutin yang digunakan untuk menampung minat anak mudia yang tertarik dengan dunia film. Melalui penggemblengan di dalam sekolah, anak muda dapat secara langsung mendalami dunia film dari perencanaan, pembuatan, hingga layak dijual.
Hasil sekolah film nantinya akan menjadi dokumen Dinas Kebudayaan yang dapat dinikmati melalui youtube dinas. Karena ditangani pihaknya, hasil film juga menonjolkan unsur kebudayaan. Melalui media film, diharapkan kebudayaan Kulon Progo dapat diakses dan diminati banyak orang. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo