Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pesona Wisata Seni Budaya dan Religi Sendang Dipo di Kalurahan Sukoreno Kulon Progo Digelar Meriah, Tari Sembah Pambuka Sambut Pengunjung

Anom Bagaskoro • Senin, 29 Juli 2024 | 18:09 WIB
TARIAN: Tarian Sembah Pambuka sebagai penyambutan pada tamu di Sendang Dipo.
TARIAN: Tarian Sembah Pambuka sebagai penyambutan pada tamu di Sendang Dipo.

KULON PROGO - Kalurahan Sukoreno menyimpan banyak potensi, salah satunya Sendang Dipo sebagai wisata seni, budaya, dan religi.

Melalui dana keistimewaan (danais), Dinas Pariwisata DIY menggelar atraksi seni dan budaya bertajuk Pesona Wisata Seni Budaya dan Religi Sendang Dipo.

Kegiatan ini, sebagai wujud dukungan memajukan potensi wisata seni dan budaya setempat.

Kegiatan digelar meriah di Pelataran Sendang Dipo, Padukuhan Banggan, Sukoreno, Sentolo dengan menampilkan kesenian Tari Sembah Pambuka, Tari Jangguk, dan Karawitan.

Tujuannya, untuk mengenalkan dan menarik jumlah kunjungan di obyek wisata ini.

"Kesenian yang ditampilkan memang asli dari Sukoreno, seperti Tari Sembah Pambuka," ucap Dukuh Banggang Wahyudi, saat ditemui Radar Jogja, Minggu (28/7/2024).

Ditampilkan sebagai suguhan pertama, Tari Sembah Pambuka menyambut pengunjung dengan lemah gemulai.

Tari kontemporer yang diadaptasi dari berbagai gerakan ini, menyimbolkan sambutan hangat dari masyarakat ke pengunjung yang datang.

Kebanyakan penari merupakan pelajar, yang tergabung pada Sanggar Tri Murti.

Penari secara ramah menyambut pengunjung dengan gerakan dan iringan Karawitan Cah Enom.

Setelah itu, dilanjutkan dengan Tari Jangguk yang diadaptasi dari 2 tarian berbeda, yaitu jathilan dan angguk. Penari menggunakan pakaian angguk, dengan iringan musik jathilan.

Sedangkan gerakan tarian didasari pada gerakan angguk dengan akhiran gerakan jathilan.

"Acara ini merupakan puncak kegiatan yang kami lakukan untuk tradisi suran," ucapnya.

Wahyudi menuturkan, gelar kesenian dan budaya merupakan puncak tradisi Suran.

Sebelumnya selama seminggu, secara bertahap masyarakat telah mengadakan bersih dusun dengan menguras Sendang Dipo.

Kegiatan menguras sumber mata air ini, disimbolkan sebagai pensucian diri.

Kemudian dilanjutkan dengan acara kendhuri yang melibatkan seluruh masyarakat Padukuhan Banggan.

Menurutnya, tradisi ini telah dilaksanakan secara turun temurun yang dipusatkan di Sendang Dipo.

Tempat ini dipercaya masyarakat sebagai cikal bakal Padukuhan Banggan.

Lantaran, disinilah tempat sumber mata air yang tak pernah kering walaupun di musim kemarau.

Terlebih tempat ini, merupakan jejak sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah.

Lokasi ini menjadi tempat perjuangan salah satu Prajurit Diponegoro, bernama Eyang Suro Dipo yang menahan serangan penjajah di Sukoreno.

Sehingga selama masa itu, pejuang ini membuat sebuah sendang atau mata air yang ditampung untuk kebutuhan masyarakat.

"Asal-usul menjadikan sendang ini bersejarah, dan beberapa kunjungan mengarah ke wisata religi," ucapnya.

Wahyudi menyampaikan, Sendang Dipo seringkali menjadi tempat wisata religi.

Lantaran, banyaknya pengunjung mencari ketenangan jiwa, dan beberapa sengaja ngalap berkah ditempat ini.

Air yang keluar dari sendang ini dipercaya dapat memberikan kesejahteraan bagi peminumnya.

Bagi pengunjung yang memiliki minat lain, bisa menghabiskan waktu di sini.

Suasana pedesaan nan rindang dipenuhi popohan menciptakan kondisi tenang.

Pengunjung dapat menikmati suasana ini, tanpa mengkhawatirkan kebisingan dari luar.

Apabila pengunjung sudah puas berwisata dengan suasana pedesaan.

Pengunjung dapat menikmati wisata lain, berupa wisata edukasi.

Wisata edukasi serat alami menjadi salah satu, paket yang dapat dinikmati pengunjung.

Lantaran, Padukuhan Banggan merupakan salah satu produsen produk serat alami. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#jathilan #kesejahteraan #Pesona Wisata Seni Budaya dan Religi Sendang Dipo #Sendang Dipo #potensi #edukasi #pedesaan #Pesona #Kulon Progo #Kalurahan Sukoreno #kunjungan #produsen produk serat alami #Budaya #dana keistimewaan #pengunjung #Wisata #tempat perjuangan #religi #wisata religi #Seni #Dinas Pariwisata DIY #Padukuhan Banggan #sentolo #atraksi #Sanggar Tri Murti #Wisatawan #tradisi suran #Tari Sembah Pambuka #Meriah