RADAR JOGJA - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali menggelar hajad dalem berupa upacara numplak wajik di Panti Pareden, Kompleks Magangan, Keraton Jogja (15/6). Ini merupakan rangkaian Garebeg Besar dalam rangka peringatan Hari Raya Idhul Adha yang jatuh hari Senin (17/6).
Upacara numplak wajik berlangsung sekitar sekitar 60 menit. Sejak awal acara dimulai, masyarakat sudah memadati area upacara. Sejumlah abdi dalem pun mulai menata tempat untuk prosesi.
Suara gejok lesung yang dipukul para abdi dalem putri membuat suasana sedikit menjadi lebih sakral. Setelah para abdi dalem lain selesai menata tempat, lalu berbagai ubarampe didoakan. Suasana pun seketika dan khusyuk. Setelah berdoa, para abdi dalem keluar dari tempat upacara dan membawa beberapa ubarampe itu.
Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Datu Dana Suyasa GKR Mangkubumi yang memimpin langsung upacara numplak wajik ini. Ia menjelaskan hajad dalem ini adalah prosesi inti awal sebelum berlangsungnya Gerebeg Besar.
Upacara ini berupa peletakan wajik di tengah-tengah kerangka gunungan puteri, sebelum kemudian dihiasi dengan beragam hasil bumi. "Numplak wajik ini masih terus dilakukan beberapa hari sebelum garebeg dimulai. Setelah itu terus membuat gunungan," katanya seusai upacara.
Menurut puteri sulung Sultan HB X ini, setelah numplak wajik akan ada tujuh gunungan yang akan diarak abdi dalem dan didoakan, lalu diperebutkan oleh masyarakat dalam upacara Garebeg Besar. "Gunungan seperti gunungan yang biasanya," lontarnya.
Sementara itu salah seorang warga Bantul, Sri Undari mengaku setiap tahunnya pasti menyaksikan upacara numplak wajik ini. Perempuan 58 tahun ini juga merasa senang bisa menyaksikan upacara ini.
"Ini kan tradisi atau kebiasaan. Dan kalau orang dikasih ubarampe itu ya dapat berkah. Kalau orang dulu kayak gitu," ujarnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun