RADAR JOGJA -Menjadi dalang cilik, Alfariel Augusto Wijonarko mengaku telah sering mengikuti lomba pedalangan sebelumnya. Di sini ia membawakan lakon “Kangsa Adu Jago”.
Cerita ini sendiri mengisahkan ketika Adipati Kangsa mengadakan pertandingan adu jago manusia dan merebut takhta Kerajaan Madura.
“Bisa bermain wayang itu seneng dan seru,” ujarnya ditemui dalam Festival Dalang Anak Tingkat Kota Jogja di nDalem Ngabean, Selasa (28/5).
Ia mengaku tertarik bermain wayang setelah menonton melalui televisi. Selanjutnya, ia belajar di sanggar dan kini telah sering melakukan berbagai pentas.
Total ada enam dalang yang lain turut membawa lakon yang berbeda-beda. Misalnya, Keefe Juris Privian dari Kemantren Pakualaman dengan lakon “Topeng Waja”, Elia Jalu Langit Biru dari Kemantren Jetis dengan lakon “Aji Narantaka”, maupun Ivo Lanta Sang Kesawa dari Kemantren Umbulharjo dengan lakon “Senggana Duta”.
Keahlian para dalang ini akan dinilai oleh tiga juri, yakni Giyatno, Fani Rickyansyah, dan Bayu Aji Nugroho dari PEPADI Kota Jogja.
Acara yang bertema “Senang Mayang” ini ditujukan untuk pelajar berusia 8 hingga 15 tahun.
“Seniman dalang anak terbaik nantinya akan dikirim ke tingkat DIY sebagai perwakilan dari Kota Jogja,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti.
Acara ini merupakan bentuk komitmen dari Dinas Kebudayaan Kota Jogjauntuk memfasilitasi pengembangan karya seni pedalangan. Program-program semacam ini dilakukan dengan kerja sama Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kota Jogja.
Sebelumnya, para peserta telah mengikuti seleksi awal dengan mengirimkan video memainkan wayang secara sederhana dan diunggah di akun YouTube. Pada tahap ini, terpilihlah tujuh pemain dalang anak.
Editor : Heru Pratomo