Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kencan Nonton Wayang, Sajikan Koleksi Karya Seni TBY

Editor News • Jumat, 26 Mei 2023 | 04:20 WIB
MENIKMATI : Pameran Kencan Nonton Wayang di Taman Budaya Yogyakarta, Rabu malam (24/5). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
MENIKMATI : Pameran Kencan Nonton Wayang di Taman Budaya Yogyakarta, Rabu malam (24/5). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Kepala Kundha Kabudayan DIJ Dian Laksmi Pratiwi sebut pameran Kencan Nonton Wayang adalah tonggak sejarah seni rupa di Jogjakarta. Ini karena Taman Budaya Yogyakarta (TBY) terakhir kali memamerkan koleksinya pada medio 1995. Saat itu UPT ini juga masih bernama Purnabudaya.

Menandai bangkitnya atmosfer seni rupa, TBY menghadirkan sekitar 60 karya seni. Ini merupakan karya seni yang masih tergolong aman untuk disajikan di ruang pamer. Tercatat TBY memiliki koleksi seni rupa hinga lebih dari 100 karya.

“Ini menjadi bagian pencapaian yang luar biasa juga bagi teman-teman di Taman Budaya karena terakhir tercatat tahun 1995. Jadi kalau dihitung dari tahun sekarang sudah 28 tahun ini adalah kali kedua kita menggelar koleksi seni rupa di Taman Budaya Yogyakarta,” jelasnya saat pembukaan pameran di TBY, Rabu malam (24/5).

Dian mengakui bahwa karya-karya ini memerlukan perawatan khusus. Itulah mengapa tidak semua koleksi bisa hadir di ruang pamer. Ini karena ada beberapa karya yang mengalami pelapukan dan rentan jika ikut dipamerkan. 

Pameran yang berlangsung hingga 31 Mei 2023 ini menyajikan karya para perupa Indonesia, Jogjakarta khususnya. Sebut saja karya Bagong Kussudiarjo, Djakaria Suriakusumah, Edhi Sunarso, hingga I Made Wiradana. Selain itu adapula karya dari Kelompok Seni Rupa Jendela.

“Menggambarkan potret seni rupa Jogjakarta dekade 1970 hingga 2000an. Jadi karya koleksi lama juga dipamerkan,” katanya.

Dian menuturkan upaya untuk menghadirkan koleksi diawali dalam pameran Nandur Srawung 2022. Namun karya yang hadir belum sepenuhnya koleksi milik TBY. Hingga akhirnya tercetus ide untuk menghadirkan koleksi secara utuh. 

Kencan Nonton Wayang, lanjutnya, juga sesuai dengan peran TBY. UPT ini memiliki peran dan fungsi sebagai pengkajian, pengelolaan seni, laboratorium dan etalase seni. Termasuk pusat informasi dan dokumentasi karya-karya seni para seniman. 

“Semoga dengan adanya pameran ini bisa mewujudkan sebuah galeri atau bahkan museum seni rupa di Jogjakarta untuk kedepannya,” ujarnya.

Salah seorang kurator pameran Mikke Susanto menyebut pameran ini menjadi bukti bahwa TBY mumpuni. Dia mengibaratkan layaknya museum karya seni. Hanya saja tak memiliki kapasitas yang cukup untuk berdiri sebagai museum.

TBY, lanjutnya, telah berperan menjembatani peran seniman dalam masyarakat. Termasuk menaikkan pamor karya seni sebagai benda penting di arena publik. Itulah mengapa dia menilai pameran Kencan Nonton Wayang ini peristiwa yang penting.

“Karya-karya penting yang disajikan ini telah sepadan dengan tontonan klasik seperti wayang, gamelan maupun jenis seni tradisi klasik lainnya. Tak salah bila kita harus meyakini bahwa karya-karya seni Indonesia telah dan akan terus menjadi bagian dari seni global,” katanya. (dwi) Editor : Editor News
#Dian Laksmi Pratiwi #Taman Budaya Yogyakarta #Kundha Kabudayan #Kencan Nonton Wayang