Konser diawali dengan karantina sejak tiga hari terakhir. Mempertemukan antara musisi Yogyakarta Royal Orchestra dengan Melbourne Symphony Orchestra. Tak hanya itu, proses ini juga terjadi transfer ilmu tentang teknik dan manajemen musik orkestra.
"Ini momen penting untuk tingkatkan awarnness apresiasi masyarakat tentang musik orkestra. Besok malam di ISI Jogjakarta adalah wujud kolaborasi MSO (Melbourne Symphony Orchestra) dengan Yogyakarta Royal Orchestra," jelas Gubernur DIJ Hamengku Buwono X usai menyambut delegasi Melbourne Symphony Orchestra di Gedhong Wilis Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Kamis siang (20/10).
Melbourne Symphony Orchestra dipimpin oleh Sophie Gallaise saat menemui Hamengku Buwono X. Sosok ini adalah selaku Managing Director dan juga CEO dari Melbourne Symphony Orchestra. Pertemuan membicarakan tentang dinamika musik orkestra saat ini.
Dalam pertemuan juga membahas tentang dukungan sarana dan prasarana. Kolaborasi tak berhenti sampai disini. Kedepannya akan ada pertemuan yang lebih intens. Termasuk membangun sebuah gedung yang representatif untuk konser musik khususnya orkestra.
"Untuk mendukung para musisi juga, agar setelah lulus langsung bisa berkarya. Ciptakan forum supaya lulusan bisa besarkan Jogjakarta juga," katanya.
Sejatinya pertemuan ini bukanlah kali perdana. Kolaborasi sudah terjalin sejak medio 2017. Bahkan konser megah juga pernah berlangsung di pelataran Candi Prambanan. Hingga akhirnya berhenti karena kondisi pandemi Covid-19.
Kepala Kundha Kabudayan DIJ Dian Laksmi Shitaresmi menuturkan konser kolaborasi adalah salah satu tonggak budaya. Menjadi ajang pertemuan musisi Melbourne Australia dengan para musisi Jogjakarta.
"Jadi sebelum konser ini sudah ada youth music camp. Ada pelatihan konser orkestra dan workshop manajemen orkestranya," ujarnya.
Tak sekadar diskusi, pertemuan ini menjaring bibit unggul. Terbukti dengan adanya pemilihan dua personel terbaik dari yang terbaik. Masing-masing mendapatkan kesempatan untuk magang bersama Melbourne Symphony Orchestra di Australia.
Hasil dari pertemuan inilah yang kemudian hadir dalam sebuah konser spesial di Concert Hall ISI Jogjakarta, Jumat malam (20/10). Membawakan tujuh repertoar selama pertunjukan berlangsung. Mulai dari lagu klasik, karya Melbourne dan lagu Nusantara Indonesia.
"Jadi ada 40 orang yang menjalani karantina dilatih musisi yang dibawa Bu Sophie. Jadi besok ini konser kolaborasi ditampilkan di Concert Hall ISI," katanya.
Konser-konser lain juga akan berlangsung di Jogjakarta. Rencananya akan bertempat di sejumlah lokasi bersejarah di Jogjakarta. Seperti sejumlah museum yang memiliki representasi yang tepat.
"Juga wujud membangun kesadaran atau apresiasi terhadap musik orkestra. Agar tahapan fisik dan non fisik pengembangan seni musik orkestra di Jogjakarta on the track," ujarnya. (*/Dwi) Editor : Editor News