Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Yogyakarta Gamelan Festival ke-27, Potret Pelestarian Seni ala Anak Muda

Editor News • Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:43 WIB
PELESTARI : Para panitia YGF-27 tengah menjelaskan kesiapan pementasan yang berlangsung di Pendopo Ndalem Mangkubumen Kraton. (REINHART for RADAR JOGJA)
PELESTARI : Para panitia YGF-27 tengah menjelaskan kesiapan pementasan yang berlangsung di Pendopo Ndalem Mangkubumen Kraton. (REINHART for RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Pelestarian gamelan hadir dalam berbagai cara dan bentuk. Inilah yang terlihat dalam Yogyakarta Gamelan Festival (YGF). Dari tahun ke tahun selalu dikemas dengan yang hadir saat itu.

Berkat inipula YGF bisa bertahan selama 27 tahun. Perayaannya berlangsung rutin setiap tahunnya. Untuk tahun ini, YGF ke -27 akan berlangsung di Pendopo Ndalem Mangkubumen, Kemantren Kraton, Kota Jogja.

“Yogyakarta Gamelan Festival ini tercipta sebagai sebuah media berkumpul para pecinta maupun penikmat gamelan," jelas Ketua Pelaksana YGF ke -27 Ari Wulu saat jumpa pers di Pendopo Ndalem Mangkubumen, Senin (15/8).

Wulu menuturkan gamelan merupakan bagian dari kebudayaan dunia. Telah menjadi kekayaan khasanah Indonesia. Upaya pelestarian kini turut melibatkan seluruh elemen masyarakat termasuk generasi muda.

YGF, lanjutnya, adalah salah satu sarana dalam melestarikan gamelan. Termasuk mengenalkan kepada generasi penerus maupun dunia. Tentunya dengan kemasan kekinian berkolaborasi dengan musik atau kesenian masa kini.

"Semoga dengan apa yang kita persembahkan ini menarik minat teman-teman untuk peduli dengan gamelan atau bahkan mengembangkan dan menjaga tradisi gamelan," katanya.

Pelaksanaan YGF ke-27 terasa lebih spesial. Sempat vakum secara tatap muka, kini kemasan konser hadir kembali. Tentunya dengan melibatkan lintas komunitas gamelan asal Indonesia dan luar negeri.

"Untuk tahun ini ada keterlibatan dari teman-teman komunitas dari Prancis. YGF ke -27 akan berlangsung dari 18 hingga 21 Agustus 2022 di Ndalem Mangkubumen. Untuk opening ceremony YGF tanggal 19 Agustus ini," ujarnya.

Direktur IFI Jogjakarta Francois Dabin turut mendukung YGF. Layaknya tradisi, kerjasama telah berlangsung selama 20 tahun. Menjadi fokus bersama dalam melestarikan gamelan.

Dia menilai YGF adalah wujud semangat yang luar biasa. Selain itu juga menjadi ajang kolaborasi kreasi yang inovatif. Terbukti dengan padu padan gaya musik yang berbeda.

"Serta menggabungkan seniman dari tradisi yang mempunyai budaya musik yang berbeda," kata Francois Dabin.

Perwakilan Forum Mahasiswa Pecinta Seni dan Seniman Indonesia (FORMATASINDO) Sukisno mengapresiasi konsistensi YGF. Baginya acara ini wujud nyata pelestarian gamelan. Tak sekadar acara tapi juga mengumpulkan lintas komunitas pecinta gamelan.

Menurutnya semangat dari kegiatan ini wajib ditiru generasi muda Indonesia. Bagaimana upaya melestarikan kesenian tradisi namun dengan sudut pandang kekinian. Sehingga tetap lestari dan tidak tergerus jaman.

"Keterlibatan para anak muda dalam acara ini membuktikan bahwa gamelan itu bukan hanya identik dengan orangtua. Dengan daya kreativitas tinggi, gamelan bisa berkolaborasi dengan seni dan musik masa kini," ujarnya. (Obi/om27/Dwi) Editor : Editor News
#YGF 27 #Pendopo Ndalem Mangkubumen #Yogyakarta Gamelan Festival #konser gamelan