Platform ini menampilkan koleksi dokumentasi peristiwa dari tahun 1950 hingga 1979. Rentang waktu ini adalah momentum Bagong Kussudiarja dalam berkarya. Beragam peninggalannya mulai dari pusat latihan tari, seni batik, serta PSBK beserta seniman-senimannya.
“Platform ingatan ini menjadi salah satu capaian dari proyek Memory Access Activation di PSBK yang telah dilaksanakan sejak bulan Agustus lalu dengan memanfaatkan hibah dari Memory of the World Committee for Asia and the Pacific (Mowcap) yang bekerja sama dengan Asia Culture Center (ACC) melalui program Memory of the World (MOW),” jelas salah satu kurator pameran, Kandida Nyaribunyi saat diskusi Memperpanjang Ingatan di PSBK, Rabu malam (15/12).
MOW merupakan program internasional. Perannya menjaga, melestarikan dan memfasilitasi akses serta penggunaan warisan dokumenter di kawasan Asia-Pasifik. Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran akan keberadaan dan pentingnya warisan tersebut.
Dalam merealisasikan proyek Memory Access Activation, PSBK bekerja sama dengan Indonesian Visual Arts Archive (IVAA). Kaitannya dalam merancang rintisan arsitektur sistem pengelolaan koleksi arsip. Tak hanya itu, PSBK bersama dengan IVAA juga menciptakan MonsterAR yang berperan dalam pengembangan teknologi pada skema distribusi online bagi platform ingatan.
Total terdapat 500 karya seni asli Bagong Kussudiarja. Terdiri dari lukisan, gambar, sketsa dan patung. Adapula ribuan arsip yang terdiri dari dokumen teks, foto, ephemera dan rekaman video dan audio yang berkisar dari tahun 1950 hingga 2010.
“Awalnya, setelah dokumentasi diolah oleh arsiparis, kurator melakukan penelusuran catatan sejarah pada fokus tahun 1950-1979 sebagai dasar mengembangkan editorial. Kelengkapan materi arsip yang ditemukan dari suatu peristiwa diperlukan guna memperkuat narasi. Untuk melengkapi informasi dan materi-materi yang telah dipilih, kurator melakukan wawancara dengan tiga narasumber yakni Butet Kertaredjasa, Priyo Dwiarso, dan Bondan Nusantara.” kata Kandida Nyaribunyi.
Materi-materi tersebut kini telah tercatat dalam daftar arsip serta dikurasi dan dipamerkan di laman website ingatan.psbk.or.id yang dapat diakses mulai tanggal 15 Desember 2021. Tak hanya pameran online, PSBK juga menggelar bincang seni bertajuk Memperpanjang Ingatan. Kegiatan ini sebagai wadah bertukar pikiran mengenai kelanjutan proses koleksi arsip dan dokumentasi di PSBK.
“Saya memberikan pengamatan saya terutama di pengarsipan seni musik dan seni budaya di mana saya juga mengajar, dan kemudian mengelaborasi bagaimana praktik pengarsipan yang ada di kajian dan yang ada di lapangan pada bidang seni budaya,” ujar Dosen Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi UGM Irfan.
Dia menambahkan pengelolaan arsip dan dokumentasi di PSBK ini menjadi buah dari ketekunan seorang Bagong Kussudiardja. Baginya, Bagong memiliki kesadaran pengarsipan sehingga produk-produk seni milik Bagong dapat dikelola dengan baik.
“Harapannya kesadaran akan pengarsipan ini dapat dilakukan juga oleh para seniman atau penggiat seni untuk memperhatikan arsipnya, komunitasnya, pertunjukkannya, dan segala macamnya sehingga nantinya terkelola dengan baik. Bisa dikelola secara kolaboratif atau dititipkan kepada negara melalui dinas perpustakaan arsip daerah,” tutup Irfan. (*/co1/dwi) Editor : Editor News