Jakarta — Sebelum TikTok menjadi salah satu platform utama yang melahirkan banyak figur terkenal, Indonesia telah lebih dulu mengenal fenomena orang-orang yang mendadak viral melalui video di internet. Popularitas mereka bahkan sempat menembus layar televisi dan menjadi pembicaraan di berbagai kalangan.
Namun, popularitas di internet tidak selalu bertahan lama. Setelah bertahun-tahun berlalu, sejumlah sosok yang dahulu hampir setiap hari muncul di media perlahan menjalani kehidupan di luar sorotan.
Tiga nama yang masih lekat dalam ingatan publik adalah Norman Kamaru, Arya Wiguna, dan Bowo Alpenliebe. Mereka muncul pada periode yang berbeda, mulai dari era YouTube hingga awal perkembangan TikTok. Kini, kehidupan ketiganya pun telah berubah.
Norman Kamaru, Viral Lebih Dulu Lewat “Chaiyya Chaiyya”
Jauh sebelum era TikTok, nama Norman Kamaru sudah lebih dahulu menghebohkan internet.
Baca Juga: 32 Santri Manbaul Hikam Kembali Dirawat, Alami Gejala Mirip Dugaan Keracunan MBG
Pada 2011, Norman yang ketika itu merupakan anggota Brimob menjadi perhatian setelah video dirinya melakukan lipsync lagu India “Chaiyya Chaiyya” beredar luas di YouTube. Dalam video tersebut, Norman tampil mengenakan seragam polisi sambil menirukan gaya tarian khas film Bollywood.
Video tersebut dengan cepat menyebar dan membuat Norman dikenal luas. Ia kemudian mendapat berbagai tawaran di dunia hiburan hingga akhirnya meninggalkan kariernya sebagai anggota kepolisian.
Setelah masa popularitasnya mereda, perjalanan Norman tidak berhenti. Ia tetap berkegiatan di dunia musik dan media sosial. Dalam sejumlah profil terkini, Norman masih dikenal sebagai penyanyi, kreator konten, dan pelaku usaha.
Namanya juga masih muncul dalam pemberitaan pada 2026. Hal tersebut menunjukkan bahwa meski tidak lagi menjadi fenomena seperti pada awal 2010-an, Norman tetap menjalani aktivitasnya di luar sorotan televisi.
Baca Juga: Penambangan di Sambeng Tak Bisa Tetiba Dihentikan, Dinas ESDM Jawa Tengah: Ada Mekanisme Penghentian
Kisah Norman menjadi salah satu contoh awal bagaimana sebuah video sederhana di internet mampu mengubah kehidupan seseorang dalam waktu singkat.
Arya Wiguna dan Fenomena “Demi Tuhan”
Dua tahun setelah Norman mencuri perhatian publik, giliran Arya Wiguna yang menjadi fenomena di dunia maya.
Nama Arya melejit pada 2013 ketika perseteruannya dengan Eyang Subur menjadi pemberitaan luas. Salah satu potongan video yang memperlihatkan luapan emosinya kemudian menyebar di internet dan melahirkan berbagai meme serta parodi.
Kalimat “Demi Tuhan!” yang diteriakkan Arya saat itu begitu melekat di ingatan masyarakat. Popularitas tersebut kemudian membuatnya mendapat kesempatan tampil dalam berbagai program televisi dan mencoba peruntungan di dunia hiburan.
Namun, seperti banyak figur viral lainnya, popularitas Arya perlahan hidup berkaitan dengan kehidupan keluarganya. Putrinya, Deriska Almira, juga menjadi salah satu alasan nama Arya kembali diperbincangkan. Setelah tidak lagi sering terlihat di televisi, kehidupannya jauh lebih jarang menjadi pemberitaan.
Baca Juga: Pemkab Kebumen Keluarkan Rp 208,5 Juta untuk Bonus Atlet Popda dan Peparda
Dalam beberapa tahun terakhir, Arya kembali muncul melalui pemberitaan yang berkaitan dengan kehidupan keluarganya. Putrinya, Deriska Almira, juga menjadi salah satu alasan nama Arya kembali diperbincangkan.
Pada 2026, Arya kembali terlihat dalam sejumlah konten bersama putrinya. Kemunculan tersebut membuat publik kembali bernostalgia dengan sosok yang pernah begitu terkenal lewat satu potongan video.
Kini, perjalanan Arya lebih banyak berkaitan dengan kehidupan keluarga dan aktivitasnya setelah meninggalkan masa-masa ketika namanya hampir selalu menghiasi pemberitaan.
Bowo Alpenliebe, Ikon TikTok Generasi Awal
Baca Juga: Pemkab Kebumen Keluarkan Rp 208,5 Juta untuk Bonus Atlet Popda dan Peparda
Jika Norman merupakan fenomena era YouTube dan Arya dikenal melalui pemberitaan serta media sosial, Bowo Alpenliebe muncul ketika TikTok mulai mendapatkan tempat besar di Indonesia.
Bowo, yang memiliki nama asli Prabowo Mondardo, menjadi terkenal sekitar 2018. Saat itu usianya masih sangat muda. Konten video yang dibuatnya di TikTok membuat Bowo memiliki banyak penggemar dan menjadi salah satu figur yang sangat dikenal pada masa awal perkembangan platform tersebut.
Popularitas Bowo bahkan membuatnya mendapat julukan “suhu” di kalangan pengguna TikTok. Namanya kemudian menjadi bagian dari fenomena awal TikTok di Indonesia.
Kini, situasinya sudah jauh berbeda. Bowo telah tumbuh dewasa dan menjalani kehidupan bersama istrinya. Popularitas yang dahulu menjadi sumber perhatian utama juga mulai bergeser ke kehidupan dan aktivitas sehari-harinya.
Pada Agustus 2026, Bowo kembali menjadi perhatian setelah diketahui menjalankan usaha kuliner berupa donat Thailand. Berkurangnya pekerjaan endorsement disebut menjadi salah satu alasan dirinya mencoba mengembangkan usaha tersebut.
Perubahan kehidupan Bowo cukup mencolok jika dibandingkan dengan masa ketika dirinya masih menjadi remaja yang hampir setiap hari diperbincangkan pengguna media sosial.
Dari membuat konten TikTok, Bowo kini memasuki fase kehidupan yang lebih dewasa dengan membangun keluarga sekaligus mencari penghasilan melalui usaha.
Baca Juga: Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Fajar Kurniawan Dukung Jadikan Sungai Alternatif Wisata Baru
Dari Viral hingga Menjalani Kehidupan Masing-Masing
Norman Kamaru, Arya Wiguna, dan Bowo Alpenliebe hadir pada tiga periode berbeda dalam perkembangan internet di Indonesia.
Norman menjadi salah satu fenomena viral pada era YouTube sekitar 2011. Dua tahun kemudian, Arya Wiguna menghebohkan publik melalui video yang kemudian melahirkan fenomena “Demi Tuhan”. Sementara itu, Bowo muncul beberapa tahun kemudian ketika TikTok mulai berkembang pesat.
Ketiganya memiliki latar belakang yang berbeda. Norman merupakan anggota kepolisian yang kemudian terjun ke dunia hiburan, Arya dikenal setelah sebuah konflik membuatnya menjadi sorotan, sedangkan Bowo memperoleh popularitas sejak masih remaja melalui media sosial.
Kini, kehidupan mereka tidak lagi seperti saat popularitas sedang berada di puncaknya.
Norman masih berkegiatan di dunia musik dan media sosial. Arya lebih banyak menjalani kehidupan bersama keluarga, sementara Bowo telah beranjak dewasa dan membangun usaha bersama pasangan.
Perjalanan ketiganya memperlihatkan bagaimana cepatnya perubahan dunia internet. Seseorang dapat menjadi terkenal hanya karena satu video, tetapi perhatian publik juga dapat berpindah dalam waktu singkat ketika tren baru muncul.
Bagi generasi yang tumbuh bersama YouTube, Facebook, dan awal kemunculan TikTok, nama-nama tersebut tentu membawa kenangan tersendiri.
Mereka mungkin tidak lagi menghiasi layar kaca sesering dahulu, tetapi kisahnya tetap menjadi bagian dari perjalanan budaya viral di Indonesia.
Sebab, sebelum istilah “FYP” begitu akrab di telinga masyarakat, sudah ada Norman Kamaru, Arya Wiguna, dan Bowo Alpenliebe yang lebih dulu merasakan bagaimana rasanya menjadi terkenal hanya karena sebuah konten.
Sumber : Twitter, tiktok, Instagram, youtube
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber