Sejarah Rumah Sakit Tertua di Jogja: RS Bethesda yang Sudah Ganti Nama 4 Kali 

Azri Ghaida Nur Ilya Nahdi • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:20 WIB
RS Bethesda, dalam buku Kota Jogjakarta 200 Tahun. (Wikipedia)
RS Bethesda, dalam buku Kota Jogjakarta 200 Tahun. (Wikipedia)

 


RADAR JOGJA - Rumah Sakit Bethesda, yang berdiri di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 70, adalah rumah sakit tertua di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Usianya sendiri sudah lebih dari satu abad.

Cikal bakalnya dimulai dari seorang dokter Belanda bernama Dr JG Scheurer, yang diutus ke Hindia Belanda oleh Nederlandse Zendingsvereniging, Serikat Misionaris Belanda.

Misinya bukan sekadar tugas medis biasa, namun berlandaskan ayat Injil Lukas 10:9 yang berbunyi soal menyembuhkan orang sakit sebagai tanda Kerajaan Allah sudah dekat.

Baca Juga: Prediksi Skor Fortuna Sittard vs AZ Alkmaar, Adu Gengsi Dua Tim yang Belum Terkalahkan

Awalnya, Scheurer cuma membuka klinik sederhana di Bintaran.

Namun pada tahun 1901 pasien makin membeludak, ia pun pindah ke Gondokusuman.

Ke tanah yang dihibahkan langsung oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VII, cukup luas untuk menampung 150 pasien.

Bangunan selesai 20 Mei 1899, dengan gaya arsitektur Indis khas kolonial.

Limasan memanjang ke timur, sebagian besar berbahan kayu, lengkap dengan celah kecil di antara jendela untuk mencegah panas berlebih masuk ruangan.

Baca Juga: Gempa 6,7 Magnitudo Guncang Peru Selatan, Getaran Terasa hingga Ibu Kota Lima

Nama resminya saat itu: Zendingsziekenhuis Petronella, diambil dari nama istri seorang pendeta purnatugas, Coeverden Andriani, yang juga menjadi salah satu donatur pembangunan.


Tapi masyarakat pribumi punya sebutan sendiri yang jauh lebih akrab yaitu "Dokter Pitulungan" atau "Dokter Tulung", karena rumah sakit ini melayani siapa saja secara gratis.

Setiap hari, sekitar 90-100 pasien datang berobat, sebagian besar dari wilayah Vorstenlanden, sebutan untuk daerah pecahan Kerajaan Mataram.

Saat pendudukan Jepang, Petronella diambil alih dan diganti nama jadi Jogjakarta Tjuo Bjoin, sekaligus mengubah statusnya dari rumah sakit khusus Kristen jadi rumah sakit umum biasa.

Begitu Jepang hengkang dan Indonesia merdeka, namanya berubah lagi jadi Roemah Sakit Poesat.

Baca Juga: Prediksi Skor Fortuna Sittard vs AZ Alkmaar, Adu Gengsi Dua Tim yang Belum Terkalahkan


Baru pada 28 Juni 1950, nama Bethesda resmi dipakai.

Dipilih untuk menegaskan kembali identitasnya sebagai rumah sakit Kristen kepada masyarakat luas.

Nama Bethesda sendiri berasal dari bahasa Ibrani, gabungan kata beth yang berarti rumah, dan chesed yang berarti rahmat.

Sejak 1 Februari 1950, pengelolaannya dipegang Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (Yakkum) dan berlangsung hingga saat ini. 

Editor : Meitika Candra Lantiva
RS Bethesda Sejarah Rumah Sakit Tertua di Jogja Nederlandse Zendingsvereniging Belanda sejarah