Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Asal Usul Troli Belanja yang Sempat Dianggap Konyol: Penemunya Rela Membayar agar Dipakai

Bahana. • Minggu, 25 Januari 2026 | 12:10 WIB

Sylvan Nathan Goldman, penemu troli belanja dari Oklahoma, Amerika Serikat (405 Magazine)
Sylvan Nathan Goldman, penemu troli belanja dari Oklahoma, Amerika Serikat (405 Magazine)
RADAR JOGJA - Troli belanja pertama kali diciptakan pada 4 Juni 1937. Sylvan Nathan Goldman, pemilik supermarket Humpty Dumpty asal Oklahoma, Amerika Serikat menciptakan alat tersebut dengan tujuan agar pelanggan dapat membawa barang belanjaan lebih banyak dengan mudah.

Goldman menyadari bahwa pelanggan cukup kesulitan membawa banyak barang dengan keranjang kawat atau anyaman yang kapasitasnya terbatas.

Penemuan troli belanja diawali dengan rangkaian pengamatan dan upaya yang ia lakukan bersama karyawan supermarketnya.

Awalnya, melansir dari Valid News, Goldman melatih karyawannya untuk memperhatikan setiap keranjang yang dibawa pelanggan.

Jika keranjang tersebut sudah penuh, maka karyawan akan menyimpan keranjang yang penuh tersebut dan memberikan keranjang lainnya agar pelanggan dapat lanjut berbelanja.

Namun, Goldman merasa ide tersebut tidak efektif. Ia mencoba ide lainnya, yaitu mengatur rak toko menjadi bentuk zig-zag hingga memasang keranjang pada rel di setiap rak, tetapi Goldman merasa hal tersebut juga tidak efektif.

Goldman terus berpikir hingga akhirnya ia melihat sebuah kursi lipat dan ia membayangkan bagaimana jika kursi lipat tersebut dipasangkan roda.

Dari situlah ia mulai merancang desain troli belanja pertama kali bersama seorang tukang kayu bernama Fred Young.

Awalnya, mereka mencoba membuat troli belanja berbahan kayu, tetapi gagal. Akhirnya, troli belanja dibuat dengan bahan logam dan berhasil.

Tidak sampai di situ, Goldman harus menghadapi tantangan lainnya. Alih-alih diterima, pada awalnya troli belanja banyak ditolak pelanggan karena troli belanja tersebut dianggap membuat pria terlihat lemah, sementara wanita merasa malu karena terlihat seperti mendorong kereta dorong bayi.

Goldman tidak menyerah, ia kemudian mencoba berbagai cara agar troli belanja dapat digunakan pelanggannya. Goldman pun mendapatkan ide, yaitu membayar orang-orang untuk menggunakan troli belanja sebagai model.

Upayanya tersebut pun berhasil membentuk opini publik dan memancing perhatian pelanggan supermarket untuk menggunakan troli belanja. Dari hari ke hari, semakin banyak orang yang menggunakan troli belanja temuan Goldman.

Goldman mematenkan temuannya tersebut pada 1938. Kemudian, pada 1940, ia memiliki daftar tunggu (Inggris: waiting list) pembelian dari konsumen selama tujuh tahun karena troli belanja buatannya begitu laris.

Penemuan troli belanja disebut-sebut sebagai “greatest development in the history of merchandising” yang berarti “perkembangan terbesar dalam sejarah perdagangan”.

Penulis: Salwa Hunafa

Editor : Bahana.
#troli