Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tepat pada Hari ini 13 Januari, Hari Penyiaran Radio Publik Internasional, Ketahui Sejarah Menariknya

Bahana. • Selasa, 13 Januari 2026 | 15:42 WIB

Lee de Forest, penemu tabung Audion yang digunakan untuk menyiarkan radio opera secara langsung (Science Photo Library)
Lee de Forest, penemu tabung Audion yang digunakan untuk menyiarkan radio opera secara langsung (Science Photo Library)
RADAR JOGJA - Hari Penyiaran Radio Publik Internasional diperingati setiap tanggal 13 Januari.

Hari peringatan tersebut dilatarbelakangi dari lahirnya teknologi transmisi suara nirkabel untuk pertama kalinya.

Bukan hanya soal lahirnya teknologi baru, tetapi momentum ini juga sebagai tanda kemudahan berbagi informasi dan budaya yang menjadi sejarah baru pada masanya.

Peringatan Hari Penyiaran Radio Publik Internasional tidak terlepas dari jasa seorang ilmuwan asal Italia, Guglielmo Marconi yang dijuluki “The Father of Radio”.

Marconi pertama kali berhasil melakukan percobaan transmisi untuk mengirimkan pesan menggunakan kode morse pada tahun 1895. Percobaan tersebut dibantu dengan sebuah alat yang disebut coherer.

Alat tersebut dapat mendeteksi sinyal radio dan menjadi awal mula Marconi menemukan sebuah teknologi bernama radio.

Meskipun begitu, Marconi tidak sendirian. Kesuksesan penemuan radio juga merupakan hasil dari penemuan hebat beberapa ilmuwan lainnya, yakni Nikola Tesla dengan temuan listriknya, serta Sir Oliver Lodge dan Heinrich Hertz dengan penelitian mereka terhadap gelombang elektromagnetik.

Marconi pun memulai penelitiannya dengan mempelajari gelombang elektromagnetik yang merupakan kontribusi dari hasil penelitian Lodge dan Hertz sebelumnya.

Kemudian, pada tanggal 13 Januari 1990 diadakan siaran radio publik untuk pertama kalinya di dunia.

Siaran radio tersebut merupakan musik opera yang disiarkan secara langsung dari Metropolitan Opera House atau yang dikenal sebagai “The Met” di New York, Amerika Serikat, tepatnya di sebuah gedung bernama Lincoln Center for the Performing Arts.

Siaran tersebut dilakukan oleh Lee de Forest dengan menggunakan tabung Audion ciptaanya.

Siaran opera tersebut menandai awal mula siaran radio publik untuk pertama kalinya di dunia dan diperingati setiap tanggal 13 Januari.

Radio menjadi salah satu teknologi andalan yang menjadi sumber informasi dan komunikasi, misalnya pada Perang Dunia (PD) Kedua.

Begitu pun masa sebelum kemerdekaan Indonesia, radio menjadi alat yang sangat penting sebagai penyampaian sumber informasi bagi para pahlawan. Radio juga berfungsi dalam penyampaian kabar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Saat ini, perkembangan teknologi yang semakin maju membuat berbagai teknologi alternatif menggeser radio sebagai sumber informasi.

Meskipun demikian, beberapa orang, terutama dari generasi terdahulu masih menjadi pendengar setia dan menggunakan radio sebagai sumber informasi, hiburan, bahkan sekadar mengobati rasa rindu akan kenangan di masa lalu.

Tidak hanya itu, kini berbagai perusahaan siaran radio mulai beradaptasi mengikuti perkembangan zaman. Tentunya dengan terus berinovasi dan berkonvergensi, radio tetap dapat bertahan untuk menyiarkan pesan-pesan penting dan menarik bagi pendengarnya.

Penulis: Salwa Hunafa

Editor : Bahana.
#radio #sejarah #Penyiaran Radio