Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menelusuri Keindahan dan Sejarah Candi Barong, Candi Hindu yang Tersembunyi di Yogyakarta

Izzatul Akmal Fikri • Kamis, 19 Desember 2024 | 23:24 WIB
Keindahan Candi Barong yang memukau, warisan sejarah Mataram Kuno.
Keindahan Candi Barong yang memukau, warisan sejarah Mataram Kuno.

RADAR JOGJA - Yogyakarta dikenal dengan banyaknya bangunan bersejarah, salah satunya adalah candi.

Selain Candi Ratu Boko dan Candi Prambanan yang sudah terkenal, terdapat pula candi-candi kecil yang memiliki cerita menarik untuk digali.

Salah satunya adalah Candi Barong yang sering kali terlewatkan dalam perjalanan wisata sejarah di Yogyakarta.

Candi Barong, yang juga dikenal dengan nama Candi Sari Suragedug, merupakan situs bersejarah yang berkaitan erat dengan Prasasti Ratu Boko.

Prasasti tersebut menyebutkan sebuah bangunan yang diyakini sebagai Candi Barong, meski banyak orang belum banyak mengenalnya.

Candi ini berada di kawasan kompleks Ratu Boko dan dekat dengan candi-candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno lainnya seperti Candi Banyunibo dan Candi Ijo.

Lokasinya yang berada di Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, menjadikannya salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dijelajahi.

Menurut penelitian, Candi Barong diperkirakan dibangun pada abad ke-9 oleh seorang raja Mataram Kuno.

Prasasti Ratu Baka yang berangka tahun 856 menyebutkan seorang raja bernama Sri Kumbaja atau Sri Kalasodbhava yang mungkin membangun tiga lingga.

Diduga salah satu lingga tersebut adalah Candi Barong. Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa Candi Barong dibangun sekitar abad ke-9 hingga ke-10 berdasarkan bukti prasasti lainnya, seperti Prasasti Pereng yang berangka tahun 863.

Candi ini diperkirakan berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewa Wisnu, hal ini didukung oleh penemuan beberapa arca, seperti Arca Dewa Wisnu, Dewi Sri, dan Dewi Laksmi di dalam kompleks candi tersebut.

Sejarahnya dimulai ketika candi ini ditemukan dalam keadaan rusak oleh bangsa Belanda pada abad ke-20. Sejak saat itu, candi ini dipugar pada periode 1979 hingga 1999.

Nama Candi Barong sendiri berasal dari kesepakatan masyarakat setempat.

Kata "Barong" terinspirasi dari hiasan kala yang ada di sudut-sudut candi yang menyerupai barongan.

Sementara itu, dalam Prasasti Ratu Baka, candi ini dikenal dengan nama Candi Sari Sorogedug.

Candi Barong memiliki struktur bangunan punden berundak dengan tiga teras yang semakin ke atas semakin sempit.

Pada teras paling atas terdapat dua bangunan candi dengan ukuran 8,18 x 8,18 meter dan tinggi 9,05 meter.

Candi ini memiliki bentuk yang khas, seperti candi Hindu pada umumnya dengan bagian atap, tubuh, dan kaki.

Di sebelah barat dua bangunan candi, terdapat gapura paduraksa yang menjadi pintu masuk.

Meskipun dinding dan kaki candi tidak memiliki relief yang rumit, namun terdapat pahatan sederhana berupa dedaunan dan manusia.

Kompleks candi ini tidak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga beragam fasilitas pendukung seperti area parkir, toilet umum, warung makan, dan mushola yang membuat pengunjung nyaman.

Candi Barong buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 17.00 WIB. Biaya masuknya sangat terjangkau, hanya Rp 5000, dan biaya parkir sebesar Rp 2000 untuk sepeda motor dan Rp 5000 untuk mobil.

Dengan keindahan arsitektur dan latar belakang sejarah yang kaya, candi ini menawarkan pengalaman yang tak terlupakan.

Sebagai bagian dari peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi Barong tetap menjadi saksi perjalanan panjang peradaban Hindu di Indonesia.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjunginya saat berada di Yogyakarta.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#bangunan bersejarah #destinasi wisata #wisata sejarah #wisata candi