RADAR JOGJA - Kampung Panembahan di Yogyakarta memiliki sejarah dan nilai budaya yang mendalam.
Terletak dekat Keraton Yogyakarta, kampung ini menjadi tempat tinggal para abdi dalem dan memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kesultanan Yogyakarta. Berikut beberapa poin penting tentang kampung ini:
1.Asal Usul Nama Kampung Panembahan
Nama “Panembahan” berasal dari gelar pemimpin spiritual atau raja.
Kampung ini dinamai untuk mengenang Gusti Panembahan Mangkurat (GPH. Mangkubumi), putra Sultan Hamengku Buwono II, yang kelak dikenal sebagai Sultan Hamengku Buwono III.
Baca Juga: Mantan Asistennya Jadi Pelatih Persiku, Pelatih PSIM Jogja Seto: Persaingan Akan Semakin Berat
Kawasan ini dulunya menjadi kediamannya, meski kini sudah tidak ada lagi.
Namun, peninggalan seperti Masjid Selo dan gapura Plengkung Tarunasura masih berdiri dan menjadi jejak sejarah kampung ini.
2.Sejarah dan Perkembangan Kampung Panembahan
Kampung Panembahan terkenal dengan keberadaan abdi dalem Keraton yang tidak hanya bertugas secara administratif tetapi juga menghidupkan seni dan budaya.
Rumah-rumah di Kampung Panembahan mengikuti gaya tradisional Jawa dengan atap joglo dan ornamen khas.
Baca Juga: Jawa Pos - Radar Jogja edisi Selasa, 12 November 2024
Nilai-nilai lokal seperti larangan rumah bertingkat dipatuhi untuk menjaga keaslian lingkungan kampung.
Kampung ini juga terkenal sebagai pusat seni dengan banyaknya seniman lokal yang melestarikan gamelan, tari, dan kerajinan tangan.
Kegiatan seni yang diadakan di masjid atau ruang publik sering menarik minat wisatawan yang ingin merasakan budaya asli Yogyakarta.
4.Peran dalam Sejarah Yogyakarta
Selain sebagai tempat tinggal, Kampung Panembahan berperan penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan.
Salah satu peristiwa sejarah yang erat dengan kampung ini adalah Perjanjian Giyanti 1755, yang memecah kekuasaan antara Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I) dan Belanda.
Kampung Panembahan menjadi saksi bisu dari perjalanan sejarah panjang Kesultanan Yogyakarta.
5.Kondisi Terkini
Saat ini, Kampung Panembahan masih menjadi kawasan hidup dengan aktivitas masyarakatnya.
Meskipun terpengaruh modernisasi, warga tetap menjaga tradisi mereka.
Festival seni dan pameran kerajinan sering diadakan untuk menarik wisatawan.
Baca Juga: Sedang Evakuasi Kendaraan Terperosok, Polsek Borobudur Tangkap Dua Pemuda yang Bawa Sajam
Suasana yang tenang dan kentalnya nuansa tradisional menjadikan kampung ini destinasi alternatif yang memikat di luar keramaian Yogyakarta.
Dengan latar belakang sejarah dan tradisi yang kental, Kampung Panembahan bukan hanya tempat tinggal tetapi juga simbol perjalanan panjang sejarah Yogyakarta yang patut dijelajahi dan dihargai. (Latri Rastha Dhanastri)
Editor : Winda Atika Ira Puspita