RADAR JOGJA - Di era digital serba cepat seperti sekarang, masih ingat dengan kartu telepon umum? Benda kecil berbentuk kartu dulu jadi alat utama bagi banyak orang untuk berkomunikasi sebelum ponsel menjadi barang umum.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Widya Mataram (UWM) Jogja Nur Amala Saputri SI.Kom, MA mengatakan, bagi sebagian orang, kartu telepon umum menyimpan kenangan. "Kartu telepon umum punya peran besar di masanya," katanya (14/9).
Di era 1980-an hingga awal 2000-an, kartu telepon umum menjadi solusi bagi mereka yang belum punya telepon rumah. Telepon umum ada di setiap sudut kota, dari stasiun hingga terminal.
"Cara penggunaannya cukup dengan memasukkan kartu ke dalam mesin telepon umum. Pengguna bisa menelepon siapa saja, selama pulsa di kartu masih cukup," ujarnya.
Kata dia, desain kartu telepon beragam dan kadang menjadi barang koleksi yang diminati banyak orang. Namun, semua itu berubah ketika ponsel mulai populer.
"Kalau menurut saya kartu telepon umum cukup efektif. Dapat digunakan untuk menyampaikan pesan secara lisan dan cepat," jelasnya.
Hanya diakui aksesnya cukup terbatas, karena hanya tersedia di beberapa titik area kota saja. Tidak menjangkau masyarakat kelas menengah bawah.
Dengan hadirnya ponsel yang semakin terjangkau, kartu telepon umum perlahan menghilang dari kehidupan sehari-hari. "Teknologi terus berkembang, tapi kartu telepon umum tetap dikenang sebagai bagian dari sejarah komunikasi,” ucapnya.
Saat teknologi berkembang dan ponsel mulai mendominasi, keberadaan kartu telepon perlahan memudar. Namun kenangan tentang kemudahan dan efisiensinya tetap dikenang oleh banyak orang. (gun/laz)
Editor : Heru Pratomo