Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Kampung Ketandan Jogja: Kawasan Pecinan Perpaduan Budaya Jawa dan Tionghoa yang Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun

Bahana. • Kamis, 15 Agustus 2024 | 00:55 WIB

Kampung ketandan, salah satu kampung bersejarah di Yogyakarta (https://www.bakpiamutiarajogja.com/)
Kampung ketandan, salah satu kampung bersejarah di Yogyakarta (https://www.bakpiamutiarajogja.com/)
RADAR JOGJA - Kampung Ketandan, sebuah kawasan pecinan yang sering disebut ChinaTown, terletak di Kota Yogyakarta, tepatnya di Jl. Ketandan Kulon, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta.

Kampung Ketandan ini menyimpan sejuta cerita dan pesona tersendiri.

Sebagai salah satu kawasan tertua di Yogyakarta, Kampung Ketandan telah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah kota ini, sekaligus menjadi rumah bagi masyarakat Tionghoa yang telah hidup berdampingan dengan masyarakat Jawa sejak ratusan tahun silam.

Sejarah Singkat Kampung Ketandan

Dikutip dari warta.jogjakota.go.id bahwa Kampung Ketandan ada sejak abad ke 19 sebagai pusat perdagangan dan aktivitas masyarakat Tionghoa di Yogyakarta.

Keberadaan klenteng-klenteng tua, rumah-rumah tradisional Tionghoa, dan pertokoan yang menjual aneka barang khas Tionghoa semakin memperkuat identitas Kampung Ketandan sebagai kawasan pecinan.

Lokasi

Kampung Ketandan terletak sangat strategis yaitu berada di sebelah tenggara perempatan antara Jalan Malioboro, Jalan Margo Mulyo, Jalan Pajeksan, dan Jalan Suryatmajan.

Lokasinya yang berada di pusat kota membuatnya mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Terlebih area Malioboro memang sebagai tempat wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan luar.

Daya Tarik Kampung Ketandan sebagai ChinaTown

Salah satu daya tarik utama Kampung Ketandan adalah bangunan-bangunan tua bergaya Tionghoa yang masih terawat dengan baik.

Klenteng-klenteng seperti Vihara Buddhayana dan Klenteng Tay Pek Kong menjadi ikon yang tak terpisahkan dari kawasan ini.

Ornamen-ornamen khas Tionghoa seperti naga, singa, dan ukiran-ukiran halus menghiasi setiap sudut bangunan, menciptakan suasana yang unik dan penuh pesona.

Kehidupan masyarakat di Ketandan mencerminkan semangat toleransi dan harmoni antaragama dan antarbudaya.

Perayaan-perayaan keagamaan seperti Imlek dan Cap Go Meh selalu dirayakan dengan meriah dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Kampung Ketandan bukan hanya sekadar kawasan bersejarah, tetapi juga spot bagi para pecinta kuliner.

Berbagai macam hidangan khas Tionghoa dapat dengan mudah ditemukan di sini.

Mulai dari aneka dimsum, aneka mie, hingga lumpia yang menggugah selera.

Kampung Ketandan adalah tempat yang tepat bagi yang menyukai suasana belanja tradisional.

Di sini, pengunjung dapat menemukan berbagai macam barang, mulai dari perlengkapan rumah tangga, pakaian, aksesoris, hingga obat-obatan tradisional Tionghoa.

Aktivitas Menarik di Kampung Ketandan

1. Mengunjungi klenteng-klenteng tua di Ketandan.

2. Menyaksikan perayaan tradisional seperti Imlek atau Cap Go Meh di Ketandan

3. Membeli berbagai macam souvenir khas Tionghoa dan Yogyakarta di toko-toko yang ada di Ketandan, seperti patung-patung kecil, kaligrafi, atau pernak-pernik lainnya

4. Mencicipi beragam kuliner lezat di Ketandan, seperti bakmi Jawa yang legendaris di warung-warung makan tua, atau menikmati dimsum yang nikmat di restoran Tionghoa.

Kampung Ketandan adalah destinasi wisata yang lebih dari sekadar kawasan pecinan.

Akan tetapi merupakan sebuah mikrokosmos yang merepresentasikan keberagaman budaya Indonesia.

Dengan sejarah yang kaya, arsitektur yang unik, kuliner yang lezat, dan suasana yang ramah, Ketandan akan memberikan pengalaman wisata yang luar biasa bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat tentang sejarah dan budaya Tionghoa di Indonesia.

Penulis: Jaiz Setya Nurjati

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #Kampung Ketandan #pecinan #sejarah