RADAR JOGJA - Taman Sari atau sering disebut water kasteel merupakan sebuah bangunan bersejarah yang terletak di Kota Yogyakarta, Indonesia.
Taman ini menyimpan berbagai kisah menarik dari masa lalu. Kompleks yang dibangun pada abad ke-18 ini dulu merupakan sebuah taman pemandian dan kompleks istana yang dimiliki oleh Kesultanan Yogyakarta.
Sejarah Taman Sari
Taman Sari dibangun pada tahun 1757 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I.
Kompleks ini awalnya dirancang sebagai taman kerajaan atau pesanggrahan Sultan Yogyakarta dan keluarganya yang berfungsi sebagai tempat peristirahatan dan rekreasi bagi keluarga kerajaan.
Taman Sari juga berfungsi sebagai tempat pusat kegiatan spiritual yaitu tetirah dan bersemedi.
Dahulu tempat ini juga digunakan untuk tempat perlindungan dan pertahanan kerajaan.
Bangunan Sumur Gumiling dan Pulo Panembang yang berada di dalam Taman Sari berfungsi sebagai masjid dan tempat untuk bermeditasi.
Kedua bangunan tersebut berada di tengah kolam segaran yang tampak menyembul di tengah bentangan air yang luas.
Pada pertahanan terlihat dari tembok tebal dan tinggi yang mengelilingi komplek tersebut.
Gerbang yang dilengkapi dengan tempat penjagaan, ada tempat atau tulak sebagai tempat menaruh senjata, terdapat beberapa urung-urung atau jalan bawah tanah yang menghubungkan satu tempat ke tempat lain.
Dan bangunan pulo kenanga yang tinggi, diduga difungsikan sebagai tempat peninjauan jika musuh datang.
Pelestarian dan Warisan Budaya
Pada tahun 1867 pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VI, terjadi peristiwa gempa bumi besar sehingga kompleks banguan Taman Sari mengalami kerusakan yang cukup parah dan akhirnya menjadi terbengkalai.
Sehingga banyak penduduk membangun tempat tinggal di antara bekas kebun dan puing bangunan.
Lalu pada 1977, mulai direnovasi lagi secara serius. Banyak bangunan yang tertimbun dibongkar tapi hanya sedikit sekali bagian dari bangunan Taman Sari yang bisa diselamatkan
Gempa besar terjadi lagi di wilayah Yogyakarta pada tahun 2006 dengan kekuatan 5,9 SR, sehingga membawa kerusakan pada bangunan Taman Sari.
Lalu dilakukan revitalisasi kembali, bangunan diperbaiki, diperkuat, dan dilapisi ulang.
Meskipun, sempat mengalami kerusakan akibat perang dan perubahan zaman, Taman Sari tetap terjaga sebagai salah satu warisan budaya yang sangat berharga bagi Indonesia.
Pada tahun 2014, kompleks ini resmi ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO, menandakan pengakuan internasional atas nilai sejarah dan budayanya.
Saat ini, Taman Sari menjadi salah satu objek wisata andalan Kota Yogyakarta.
Pengunjung dapat menjelajahi kompleks ini, melihat langsung sumur, terowongan, dan sisa-sisa bangunan bersejarah lainnya. (Akmal Haidar Alfath)
Editor : Winda Atika Ira Puspita