RADAR JOGJA - Situs Warungboto, destinasi wisata yang kini ramai diperbincangkan, dikenal dengan tampilan mewahnya.
Namun, tahukah Anda bahwa tempat ini dulunya adalah bangunan untuk keluarga kerajaan beristirahat dan berfungsi sebagai benteng pertahanan di sisi kiri Keraton Yogyakarta?
Sejarah dan Asal Usul
Situs ini didirikan pada abad ke-18 oleh Sri Sultan Hamengkubuwana II saat ia menjadi putra mahkota (1756-1792).
Berawal dari adanya sumber mata air di dalamnya, tempat ini sering disebut TUK Umbul.
Sayangnya, sumber mata air tersebut kini telah kering, membuat kolamnya juga mengering.
Karena lokasinya di wilayah Warungboto, yakni berada di Jalan Veteran, Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, tempat ini dinamakan Situs Warungboto.
Struktur dan Fungsionalitas
Bangunan ini memiliki beberapa ruangan, termasuk tempat istirahat dan tempat ibadah yang disebut mikhrab, terletak di sisi barat bangunan kolam.
Di sudut utara dan selatan bagian belakang bangunan, terdapat struktur tinggi atau gardu pandang yang digunakan untuk mengawasi musuh dari ketinggian pada masa itu.
Material dan Konstruksi
Dibangun dengan batu bata tanpa menggunakan kayu, bangunan ini memiliki dinding yang sangat tebal, membuktikan kekokohannya hingga sekarang.
Pemulihan dan Pembukaan untuk Umum
Pada 26 Mei 2006, gempa bumi di Jogja menyebabkan kerusakan di beberapa bagian struktur bangunan.
Situs ini kemudian direvitalisasi pada 2015-2016 dan dibuka untuk umum setelah proses revitalisasi selesai.
Kini, Situs Warungboto menjadi daya tarik wisata sejarah yang memukau di Yogyakarta, mengajak pengunjung untuk merasakan keindahan dan kemegahan masa lalu. (Tastabila Maika Warditya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita