Wedang uwuh ini terdaftar sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2017.
Secara bahasa arti wedang uwuh yaitu "Wedhang" yang berarti minuman, sedangkan "Uwuh" berarti sampah.
Namun sampah yang dimaksud bukanlah sampah kotoran melainkan bahan yang digunakan apabila dilihat menyerupai ranting pepohonan.
Konon katanya, Wedang uwuh mulai ada dari zaman Sultan Agung pada zaman Kerajaan Mataram Islam.
Ketika Sultan Agung hendak menjadikan Bukit Merak di daerah Imogiri.
Malam itu Sultan Agung sedang Berdoa, lalu meminta pengawalnya untuk membuatkan minuman untuk menghangatkan badan.
Lalu pengawal membuatkan wedang secang lalu meletakkan minumannya.
Seiring berjalannya waktu angin berhembus dan menjatuhkan ranting pohon ke dalam minuman tersebut. Karena malam sang Sultan tidak mengetahui hal tersebut.
Pagi harinya Sang Sultan meminta kembali untuk dibuatkan minuman tersebut karena enak.
Lalu pengawal mereplika minuman yang tersisa semalam.
Dari situlah nama wedang uwuh itu muncul.
Wedang uwuh umumnya berisi kayu secang, jahe, gula batu, cengkeh, pala, kayu manis.