KEBUMEN - Kreativitas guru dan siswa MAN 2 Kebumen dalam menghasilkan produk olahan berupa soto instan dapat diterima jemaah haji di tanah suci. Produk tersebut bahkan dinilai menjadi obat pelepas rindu bagi jemaah haji akan kuliner khas nusantara.
Momen menikmati hidangan soto instan dibagikan petugas haji asal Kebumen, Fakhrudin. Dia mengaku sebuah kesempatan langka dapat menikmati soto di tengah padatnya aktivitas mendampingi jemaah haji.
Baginya, soto yang dapat disajikan secara instan tersebut menjadi solusi bagi jemaah yang ingin menikmati makanan khas nusantara. "Alhamdullilah, bisa mengobati rasa rindu terhadap tanah air," jelasnya, Selasa (26/6).
Baca Juga: Berkendara Sambil Bawa Celurit, Dua Pelajar Anggota GB Mistery-Allstar Kebumen Diamankan Polisi
Dia menyambut baik ide kreatif inovasi hidangan soto yang dapat disajikan secara instan tanpa perlu repot memasak. Produk olahan tersebut menurutnya dapat menjadi pilihan alternatif makanan di tanah suci karena disesuaikan dengan selera makanan masyarakat Indonesia.
Meski cara penyajian instan, menurutnya dari segi rasa juga tidak jauh berbeda dengan soto yang dijual di warung-warung Indonesia. "Rasanya pas, gurih, nikmat dan mantap," katanya.
Kepala MAN 2 Kebumen Akhmad Tauhid bersyukur hasil kreasi wirausaha sekolahnya dapat diterima para jemaah haji di tanah suci. Keberhasiln produk tersebut juga menjadi bukti karya lokal mampu menjangkau pasar lebih luas. Dia juga mendorong agar soto instan tersebut dapat terus dikembangkan sebagai produk unggulan.
Dia mengatakan, selain praktis dan ekonomis, soto instan tersebut juga telah mengantongi sertifikat halal. Adapun cara penyajiannya hanya dengan menggunakan air panas layaknya mie instan tanpa perlu perkakas untuk memasak. "Semoga produk soto instan dapat dinikmati semua kalangan," ujarnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo