Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SMPN 5 Magelang Perkuat Karakter hingga Adaptasi Digital, Upaya Wujudkan Siswa Berwawasan Global

Naila Nihayah • Minggu, 19 April 2026 | 09:30 WIB
INTERAKTIF: Siswa SMPN 5 Magelang berbondong-bondong keluar sekolah sambil bercanda dan menunggu jemputan setelah kegiatan belajar mengajar. (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
INTERAKTIF: Siswa SMPN 5 Magelang berbondong-bondong keluar sekolah sambil bercanda dan menunggu jemputan setelah kegiatan belajar mengajar. (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

MAGELANG - Di tengah tantangan pendidikan era digital, SMPN 5 Magelang menggabungkan penguatan karakter, inovasi pembelajaran, dan pengembangan minat bakat siswa. Sekolah ini menargetkan lahirnya generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berintegritas dan berwawasan global.

Hal itu tercermin dari pembiasaan di sekolah saban harinya. Mulai dari doa bersama, literasi spiritual, hingga kultum yang justru disampaikan oleh siswa sendiri. Bagi Kepala Sekolah SMPN 5 Magelang Eti Herwati, rutinitas itu bukan sekadar kegiatan tambahan. Melainkan fondasi utama pendidikan di sekolah.

"Visi kami ingin mewujudkan anak-anak yang beriman, berakhlak mulia, berprestasi, mandiri, serta berwawasan lingkungan dan global," kata dia di kantornya Jumat (17/4).

Baca Juga: Tak Sekadar Tren, Pengguna Akui Ballet Sneakers Jadi Solusi Praktis dan Stylish untuk Dukung Mobilitas Harian

Program unggulan untuk penguatan karakternya adalah Murid Budiman. Program ini menekankan tiga nilai utama, yakni disiplin, mandiri, dan berbudaya. Implementasinya hadir dalam kegiatan sehari-hari.

Satu di antaranya melalui Gelis Suci atau Gerakan Literasi Suci. Siswa akan diajak membaca doa, Asmaul Husna, serta menyampaikan kultum secara bergiliran. Menariknya, pendekatan ini menempatkan siswa sebagai subjek utama. "Kultum dari anak untuk anak," ujar Eti.

Selain itu, sekolah juga mengintegrasikan penguatan fisik melalui senam rutin. Serta pembinaan spiritual seperti salat berjamaah dan kegiatan keagamaan khusus bagi siswa putri saat Jumat. Di sisi lain, SMPN 5 Magelang mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan.

Baca Juga: Ada Tambahan 1.000, PSS Sleman Dapat Kuota 8.000 saat Jamu Persiku Kudus di MagIS

Sekolah ini, kata dia, mengembangkan konsep blended learning atau menggabungkan pembelajaran digital dan konvensional. Fasilitas seperti kelas digital, laboratorium komputer, hingga Interactive Flat Panel (IFP) mulai dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar. "Digitalisasi sudah mulai berjalan, tapi buku tetap kami pertahankan," jelas Eti.

Dia menjelaskan, pengembangan siswa tidak hanya berlangsung di kelas. Sekolah menyediakan beragam kegiatan ekstrakurikuler. Mulai dari olahraga, seni, hingga teknologi dan bahasa. Beberapa di antaranya seperti taekwondo, pencak silat, karawitan, paduan suara, jurnalistik, multimedia, hingga english club.

Kegiatan keagamaan juga mendapat porsi, seperti tahfiz dan tilawah. Sementara itu, program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) menjadi satu yang menonjol. Program ini memberi ruang bagi siswa untuk saling berbagi, berkonsultasi, hingga membuat kampanye edukatif seperti anti-bullying dan anti-narkoba.

Upaya yang dilakukan mulai menunjukkan hasil. Dalam berbagai ajang, lanjut Eti, siswa SMPN 5 Magelang mencatatkan prestasi, mulai dari storytelling tingkat kota hingga kejuaraan PMR. Bahkan, ada siswanya yang berhasil menembus ajang internasional di bidang olahraga sepatu roda.

Baca Juga: Aturan Lokasi ASN Pemkot Jogja Tak Lagi Terbatas di Rumah, Boleh Kerja dari Kafe-Workspace

Meski demikian, sekolah masih menghadapi tantangan klasik remaja. Satu di antaranya ihwal kedisiplinan siswa. Eti menyebut, masih ditemukan kasus siswa yang berpamitan berangkat sekolah, tetapi tidak sampai ke kelas.

Untuk itu, sekolah menerapkan pemantauan ketat melalui presensi, komunikasi intensif dengan orang tua, hingga home visit jika diperlukan. "Kalau ada yang tidak masuk tanpa keterangan jelas, langsung kami tindak lanjuti," tegasnya.

Selain itu, pengaruh media sosial juga menjadi perhatian. Eti mengatakan, sekolah aktif memantau aktivitas siswa dan memberikan edukasi melalui berbagai media, termasuk grup komunikasi dengan orang tua.

Ke depan, SMPN 5 Magelang menargetkan penguatan wawasan global bagi siswa. Satu rencana yang ingin diwujudkan adalah kerja sama atau pertukaran pembelajaran dengan sekolah di luar negeri. Setidaknya di kawasan Asia Tenggara. "Harapannya anak-anak bisa punya pengalaman internasional, meski sederhana," paparnya. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#SMPN 5 Magelang #literasi #Siswa #karakter #berwawasan global