RADAR JOGJA - Salah jurusan kerap jadi fenomena yang dialami oleh berbagai mahasiswa. Untuk mengantisipasi kondisi ini SMAN 1 Mlati memiliki berbagai strategi pencegahan. Salah satunya adalah fokus pada pendampingan bakat dan minat para siswa.
Kepala Sekolah SMAN 1 Mlati Sleman Eko Yuliyanto menjelaskan, program diawali sejak siswa duduk di kelas sepuluh. Di sini, para siswa akan dilakukan tes minat bakat maupun psikotes agar diketahui kecenderungan studinya.
Sekolah yang berada di Tlogoadi, Mlati, Sleman ini juga menyediakan program pendampingan yang melibatkan wali kelas maupun guru bimbingan konseling sebagai wadah siswa berkonsultasi. Sekaligus memberikan arahan informasi mengenai jurusan-jurusan yang cocok. "Kami juga mengundang orang tua untuk konsultasi bersama siswa. Harapannya agar pilihannya jadi mantab," katanya dihubungi Jumat (27/3).
Baca Juga: BPBD Kebumen Siapkan Langkah Hadapi Musim Kemarau, Lima Juta Liter Air Bersih untuk Warga Disiapkan
Untuk memberi gambaran lebih detail mengenai dunia perkuliahan, sekolah turut mengundang para alumni sekolah yang sukses. Mereka merupakan mahasiswa dari universitas yang selama ini banyak diminati oleh para siswa, seperti UGM dan UNY. Alumni ini akan berbagi wawasan terkait cara mendaftar maupun tips untuk masuk ke kampus impian.
"Memang universitas inceran masih banyak di Jogja, seperti UGM, UNY, dan UPN itu yang favorit," tambahnya.
Eko menegaskan, dorongan dari sekolah juga dimaksimalkan dalam bidang teknis untuk membekali akademis siswa. Salah satunya dengan pendalaman materi dari jam ke-0 sesuai dengan materi ujian tulis berbasis komputer (UTBK).
Selain itu, didukung dengan try out untuk menguji dan melatih kemampuan mereka. Pria yang juga jadi Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA/MA Kabupaten Sleman ini juga bercerita, dalam ujian sekolah atau ujian semesteran SMAN 1 Mlati Sleman juga biasa menggunakan komputer. Hal ini agar para siswa terbiasa dengan atmosfer ujian menggunakan komputer.
"Kalau sekolah lain mungkin lebih longgar jadi bisa pakai HP kalau semesteran," tambahnya.
Eko menargetkan pada 2026 ini seluruh siswa SMAN 1 Mlati bisa terserap ke universitas. Hal ini sesuai dengan marwahnya bahwa siswa SMA harus menempuh pendidikan lanjutan. Berbeda dengan SMK yang dibekali dengan kompetensi tambahan.
"Kami tekankan pemilihan jurusan harus berorientasi pada bakat dan minat. Jadi pembelajaran kuliahnya bisa lancar dan mendapat predikat baik," tambahnya. (del/eno)